Pasar Barter Lembata Buka Cerita Tradisi Lokal kepada Wisatawan Asing

  • 30 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kemampuan bahasa Inggris tidak hanya berguna untuk berbicara dengan orang asing, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk memperkenalkan tradisi daerah kepada wisatawan. Pengalaman itu diceritakan Stefani A.M.B. Beding, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Flores asal Labolera, Kabupaten Lembata, saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program English Corner, Rabu 29 Juli 2026.

Stefani mengisahkan pengalamannya ketika bertemu wisatawan asing yang terlihat kebingungan saat berada di sebuah pasar barter di daerahnya. Wisatawan tersebut kesulitan memahami aktivitas yang berlangsung karena penjelasan dari pemandu wisata belum cukup menjelaskan tradisi setempat.

Melihat kondisi tersebut, Ia kemudian mengambil inisiatif untuk membantu wisatawan menggunakan bahasa Inggris. Ia menjelaskan apa yang sedang berlangsung di pasar barter tersebut sekaligus memberikan pemahaman mengenai tradisi masyarakat setempat.

Stefani mengatakan, pengalaman itu menjadi salah satu momen yang membuatnya menyadari bahwa kemampuan bahasa Inggris yang dipelajarinya di bangku kuliah benar-benar dapat digunakan dalam kehidupan nyata. Ia merasa senang karena dapat membantu wisatawan sekaligus memperkenalkan budaya daerahnya.

“Di situlah saya merasa bahasa Inggris saya berguna, karena saya bisa membantu mereka,” kemampuan berbahasa asing dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan masyarakat lokal dengan orang-orang dari berbagai negara, ujarnya.

Ia mengungkapkan, Pengalaman tersebut juga membuat Stefani semakin memahami pentingnya mengenal budaya sendiri. Menurutnya, seseorang yang menguasai bahasa Inggris tidak harus meninggalkan identitas daerah, tetapi justru memiliki kesempatan lebih luas untuk menceritakan tradisi lokal kepada masyarakat internasional.

Ia menambahkan, bahwa dirinya tidak takut melakukan kesalahan ketika berbicara bahasa Inggris. Ia menilai kesalahan merupakan bagian dari proses belajar karena seseorang perlu mengetahui kesalahan terlebih dahulu untuk memahami bentuk yang benar.

Stefani juga menekankan pentingnya greetings atau sapaan ketika berkomunikasi. Menurutnya, sapaan merupakan bagian pertama yang penting dalam membangun komunikasi sehingga seseorang sebaiknya tidak langsung berbicara tanpa terlebih dahulu menyapa lawan bicara.

Ia mengaku semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris setelah mendapatkan berbagai pengalaman, termasuk bertemu dan membantu wisatawan. Bagi Stefani, kemampuan tersebut membuktikan bahwa belajar bahasa Inggris tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat digunakan untuk berkomunikasi, membantu orang lain, dan membawa cerita tentang budaya lokal ke dunia yang lebih luas.

Ia berharap anak muda berani mempraktikkan bahasa Inggris dalam situasi nyata, karena kemampuan tersebut dapat digunakan untuk membantu orang lain sekaligus membawa cerita tentang budaya lokal kepada dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....