Belajar Bahasa Inggris, Bekal Anak Muda Menembus Peluang Global
- 30 Jul 2026 11:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Bahasa Inggris kini tidak hanya menjadi mata pelajaran atau bidang studi di perguruan tinggi, tetapi juga menjadi keterampilan yang dapat membuka peluang pergaulan, pendidikan, dan karier. Hal itu disampaikan Stefani A.M.B. Beding, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Flores, saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program English Corner, Rabu 29 Juli 2026.
Ia mengatakan, alasannya memilih Program Studi Sastra Inggris karena melihat besarnya peluang yang dapat diperoleh melalui penguasaan bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan tersebut semakin dibutuhkan karena dapat membantu seseorang membangun relasi, mengembangkan karier, dan berkomunikasi dengan masyarakat dari berbagai negara.
Ia menjelaskan, dirinya juga memiliki keinginan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dan suatu saat dapat tinggal di negara lain. Ia melihat bahasa Inggris sebagai salah satu kemampuan penting yang dapat mendukung dirinya untuk mewujudkan impian tersebut. semakin seseorang menguasai bahasa Inggris, semakin banyak peluang yang bisa dijangkau, baik dalam kehidupan sosial maupun dunia profesional.
Selama menempuh pendidikan Sastra Inggris, Stefani mengaku memperoleh keterampilan yang menurutnya sangat berguna, salah satunya public speaking. Kemampuan tersebut diasah melalui kegiatan menyimak, kelas presentasi, serta pengalaman mengikuti kompetisi debat sejak semester pertama, ujarnya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti debat memberikan dampak besar terhadap keberaniannya berbicara di depan orang lain. Ia menjelaskan, kemampuan public speaking tersebut tidak hanya bermanfaat saat melakukan presentasi di kelas, tetapi juga ketika berkomunikasi di luar lingkungan kampus.
Ia menambahkan, banyak cara yang menurutnya menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Ia mengaku lebih memilih menonton film karena dapat mendengarkan langsung pengucapan kata dan melihat bagaimana bahasa Inggris digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Stefani juga memilih American English karena lebih sering ditemuinya dalam film dan komunikasi sehari-hari. Ia menilai proses belajar bahasa Inggris bukan sekadar menghafal kosakata, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal budaya, tradisi, dan cara hidup masyarakat dari negara lain.
Ia berharap generasi muda tidak memandang bahasa Inggris hanya sebagai pelajaran di kelas. Menurutnya, bahasa Inggris merupakan keterampilan praktis yang dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membuka akses terhadap berbagai peluang di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....