Persoalan Lahan Masih Jadi Kendala Investor di Manggarai Barat

  • 29 Jul 2026 19:29 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Realisasi investasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga semester I tahun 2026 mencapai Rp1.168.465.046.114. Meski menunjukkan tren positif, persoalan lahan dan keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan utama yang dihadapi investor untuk menanamkan modal di daerah tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Manggarai Barat, Maria Eltris Babur, mengatakan realisasi investasi pada semester I tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I tahun 2025, realisasi investasi tercatat sebesar Rp434.598.594.328, sedangkan pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi Rp1.168.465.046.114.

“Realisasi investasi semester I tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Namun, masih ada beberapa kendala yang perlu menjadi perhatian bersama agar iklim investasi di Manggarai Barat semakin baik,” kata Maria, Rabu 29 Juli 2026.

Dirinya juga menjelaskan, persoalan lahan masih menjadi hambatan utama, terutama di wilayah Kelurahan Labuan Bajo dan sekitarnya. Selain itu, investor juga membutuhkan dukungan infrastruktur yang lebih memadai, seperti ketersediaan jaringan air bersih, listrik, dan internet.

“Masalah lahan serta kebutuhan perluasan infrastruktur dasar menjadi tantangan yang masih sering disampaikan investor. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif melalui peningkatan pelayanan perizinan dan koordinasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, sektor pariwisata masih menjadi tujuan utama investasi di Manggarai Barat. Hingga triwulan II tahun 2026, nilai investasi terbesar berasal dari sektor hotel dan restoran yang mencapai Rp679.632.313.949. Disusul sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp340.282.536.627, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi senilai Rp70.082.561.352.

Selain itu, Maria menambahkan, investasi yang masuk juga mulai memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang telah diverifikasi BKPM, realisasi investasi hingga semester I tahun 2026 telah menyerap 1.264 tenaga kerja tetap.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan realisasi investasi sepanjang tahun 2026 mencapai Rp1.936.877.525.674 dan optimistis target tersebut dapat tercapai, seiring meningkatnya minat investor terhadap daerah yang dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....