Guru RA Ende Bedah CP, Pembelajaran Berbasis Cinta Perkuat Karakter Anak
- 28 Jul 2026 10:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID,Ende – Guru Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Ende memperkuat pemahaman tentang Capaian Perkembangan (CP) melalui kegiatan Bedah CP Pembelajaran Berbasis Cinta Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang digagas Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKGRA) Kabupaten Ende tersebut berlangsung di Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Ende, Senin 27 Juli 2026, sebagai ruang bagi guru untuk menyamakan pemahaman sekaligus menyiapkan pembelajaran yang memperhatikan perkembangan dan karakter anak.
Ketua KKGRA Kabupaten Ende, Nur Aini, S.Pd., dalam sambutan pembukaan mengatakan kegiatan tersebut perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar dan membangun kebersamaan antarguru. Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap proses dengan baik sehingga hasil kegiatan dapat diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran di lembaga masing-masing.
Nur Aini menjelaskan, Bedah CP bukan sekadar kegiatan untuk memahami capaian pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat proses pendidikan pada jenjang RA. Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan sikap, perilaku, kepedulian, tanggung jawab, dan karakter.
Ia menegaskan, Pembelajaran Berbasis Cinta harus diwujudkan melalui perilaku dan keteladanan guru dalam keseharian. Guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, serta memberikan ruang kepada anak untuk berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Dalam sambutannya, Nur Aini juga mengingatkan pentingnya memperhatikan proses dalam setiap kegiatan pendidikan, bukan hanya hasil akhirnya. Ia menilai setiap proses yang dijalankan bersama harus menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan yang memberikan manfaat bagi perkembangan anak.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun proses pendidikan melalui berbagai kegiatan yang kita laksanakan. Setiap kegiatan harus menjadi bagian dari upaya membentuk anak dan memberikan manfaat bagi perkembangan mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan penerapan Pembelajaran Berbasis Cinta membutuhkan dukungan dan kerja sama dari guru, lembaga pendidikan, serta lingkungan sekitar. Kesamaan pemahaman diperlukan agar nilai-nilai cinta dalam pendidikan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi terlihat dalam cara guru berinteraksi, mendampingi, dan memperlakukan anak.
Ia juga mengajak para guru memanfaatkan kegiatan tersebut untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperbaiki praktik pembelajaran. Menurutnya, berbagai keterbatasan yang dihadapi tidak boleh mengurangi semangat guru untuk terus berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak.
Ia berharap hasil Bedah CP dapat diterapkan secara maksimal oleh guru RA di Kabupaten Ende dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditandai dengan kemampuan anak menyelesaikan tugas, tetapi juga terlihat dari tumbuhnya sikap positif, kepedulian, kebersamaan, dan karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....