Bunda Literasi Sikka Ajak Keluarga Tanamkan Budaya Membaca Sejak Dini
- 28 Jul 2026 08:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Budaya membaca perlu ditanamkan sejak lingkungan keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut disampaikan Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, saat memimpin Safari Literasi di SMP Tananuwa, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Jumat, 24 Juli 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 itu mengajak orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat membangun ekosistem literasi yang mendorong kebiasaan membaca sejak usia dini. Upaya tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya penggunaan gawai di kalangan pelajar.
Dalam sambutannya, Fista Sambuari Kago mengatakan tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap sekolah, tetapi juga perubahan pola belajar anak akibat perkembangan teknologi digital.
"Anak-anak adalah investasi terbesar Kabupaten Sikka. Jika kita ingin melihat Sikka maju di masa depan, maka hari ini kita harus membangun budaya membaca, membiasakan anak mencintai ilmu pengetahuan dan sains, serta membentuk karakter mereka melalui pendidikan yang baik," ujarnya.
Ia menegaskan teknologi tidak boleh menggantikan kebiasaan membaca buku, melainkan menjadi sarana pendukung proses belajar. Karena itu, keluarga didorong menyediakan waktu khusus tanpa penggunaan gawai agar anak terbiasa membaca di rumah.
Menurut Fista, keluarga merupakan sekolah pertama yang memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan belajar anak.
"Anak harus dekat dengan buku, bukan bergantung pada gawai. Keluarga adalah sekolah pertama yang menentukan kebiasaan belajar mereka," katanya.
Safari Literasi tersebut dihadiri Camat Paga Mario Keraf, Kapolsek Paga beserta jajaran, Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Yuvensius Rafael bersama pejabat struktural dan fungsional, Kepala Desa Masebewa, Ketua dan anggota BPD, Bunda Literasi Kecamatan Paga, Ketua TP PKK Desa Masebewa, Kepala SMP Tananuwa, para guru, orang tua siswa, serta Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka.
Kepala SMP Tananuwa mengatakan kunjungan Bunda Literasi menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan program membaca yang telah berjalan. Namun, sekolah masih menghadapi keterbatasan koleksi buku dan sarana pendukung sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Sementara itu, Camat Paga Mario Keraf menilai pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari kemampuan literasi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun budaya membaca yang berkelanjutan.
Melalui Safari Literasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka berupaya memperluas gerakan literasi hingga ke sekolah-sekolah di berbagai kecamatan. Program itu diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sejak usia sekolah sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sikka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....