Fransiskus Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang saat Pilkades Damai
- 27 Jul 2026 15:13 WIB
- Ende
Poin Utama
- Fransiskus Saverius Vedi mengajak masyarakat menjaga Pilkades tetap damai dengan menjunjung tinggi nilai budaya.
- Masyarakat diminta memilih kepala desa berdasarkan kemampuan, integritas, dan visi membangun desa.
- Politik uang dinilai menjadi ancaman serius karena berpotensi memicu penyalahgunaan jabatan dan korupsi.
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pegiat budaya sekaligus Kepala Desa Tondong Belang, Fransiskus Saverius Vedi, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tetap damai dengan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, menolak politik uang, serta menghindari kampanye hitam dan penyebaran hoaks. Pesan tersebut disampaikan Fransiskus dalam program Bincang Budaya RRI Ende, Jumat, 24 Juli 2026, menjelang pelaksanaan tahapan Pilkades di Kabupaten Manggarai Barat.
Menurutnya, Pilkades merupakan momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi desa. Karena itu, warga diminta menentukan pilihan secara cermat berdasarkan kapasitas, integritas, serta kemampuan calon dalam membangun desa.
"Pemimpin yang dipilih harus benar-benar mampu membawa kemajuan bagi desa. Karena itu masyarakat harus melihat rekam jejak, kemampuan, dan kualitas calon secara objektif," ujarnya.
Fransiskus juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung agar proses demokrasi dapat berjalan dengan baik hingga menghasilkan pemimpin yang diterima seluruh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa politik uang merupakan ancaman serius bagi masa depan pemerintahan desa. Menurutnya, praktik tersebut berpotensi mendorong lahirnya penyalahgunaan kewenangan dan tindak korupsi ketika kepala desa terpilih berupaya mengembalikan biaya politik yang telah dikeluarkan.
"Jangan pernah menerima politik uang karena itu sangat merusak demokrasi. Jika seseorang mengeluarkan biaya besar untuk membeli suara, maka ada kemungkinan ia akan berusaha mengambil kembali uang tersebut ketika menjabat," ucapnya.
Selain menolak politik uang, Fransiskus juga mengajak masyarakat menghindari kampanye hitam, penyebaran hoaks, serta berbagai tindakan yang dapat memecah belah persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat bersama penyelenggara Pilkades dapat menjaga integritas, ketertiban, dan nilai-nilai budaya lokal sehingga proses demokrasi berlangsung jujur, adil, aman, dan menghasilkan pemimpin desa yang berkualitas.
Menurutnya, keberhasilan Pilkades tidak hanya diukur dari terpilihnya seorang kepala desa, tetapi juga dari tetap terpeliharanya persatuan, persaudaraan, dan semangat gotong royong masyarakat setelah seluruh tahapan demokrasi selesai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....