Di Balik Ribuan Porsi MBG Ende, Keamanan Pangan Jadi Kunci
- 27 Jul 2026 15:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende– Keamanan pangan menjadi salah satu penentu keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Program yang menyasar ribuan penerima manfaat setiap hari itu tidak cukup hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga harus memastikan setiap porsi aman dikonsumsi.
Kepala Balai POM di Ende, Eko A.B Darmawan, saat di wawancarai Pro 1 RRI Ende dalam dialog Florata Pagi , Sabtu 25 Juli 2026 mengatakan kandungan gizi yang tinggi tidak akan memberikan manfaat apabila makanan tidak memenuhi standar keamanan pangan. Bahkan, makanan yang seharusnya memberikan manfaat dapat berubah menjadi risiko kesehatan apabila proses pengolahan hingga penyajiannya tidak dikendalikan.
Ia menjelaskan, pengendalian keamanan pangan harus dilakukan sejak bahan baku diterima dari pemasok hingga makanan dikonsumsi penerima manfaat. Pemeriksaan bahan, kebersihan penjamah makanan, pengendalian suhu, pemisahan bahan mentah dan matang, serta pencatatan proses menjadi bagian penting yang harus dilakukan secara konsisten.
Ia menegaskan, penerapan standar keamanan pangan tidak harus bergantung pada fasilitas dapur yang mewah. Yang lebih penting adalah kedisiplinan petugas menjalankan prosedur dan memahami alasan di balik setiap tahapan yang diterapkan. “Sebesar apa pun kandungan gizinya, kalau tidak aman, dampaknya sangat berbahaya. Justru manfaatnya bisa menjadi risiko bagi kesehatan."
Ia mengungkapkan, pemantauan suhu makanan perlu dilakukan menggunakan termometer yang terkalibrasi untuk mencegah berkembangnya bakteri. Selain itu, penjamah makanan harus dalam kondisi sehat, menggunakan alat pelindung diri, mencuci tangan dengan benar, serta tidak bekerja ketika sedang sakit.
Balai POM juga menemukan sejumlah aspek fasilitas SPPG yang masih perlu disempurnakan, di antaranya ketersediaan tempat sampah tertutup dan ventilasi yang dilengkapi kasa. Perbaikan tersebut dinilai penting untuk mencegah masuknya serangga maupun hewan lain yang dapat menyebabkan kontaminasi makanan.
| Baca juga: Pemda Ende Minta Pusat Biayai Gaji PPPK 2027 |
Di sisi lain, Kepala Dapur SPPG Ende Timur, Luciany C.R . Bage mengatakan pihaknya berupaya memastikan makanan tetap aman hingga diterima penerima manfaat. Pengendalian suhu dan waktu dilakukan dengan menjaga makanan panas minimal pada suhu 60 derajat Celsius serta mempercepat waktu distribusi dari dapur menuju sekolah dan posyandu.
Ia menjelaskan, dapur SPPG Ende Timur setiap hari menyiapkan 2.234 porsi untuk tujuh posyandu dan lima sekolah. Distribusi dilakukan mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WITA, dengan batch pertama untuk PAUD hingga SD kelas I-III dan batch berikutnya untuk siswa SMP serta SMA.
Dia akhir dialog , keduanya sama-sama berharap pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Ende ke depan semakin baik melalui keterbukaan terhadap kritik, masukan, dan saran dari masyarakat maupun pihak terkait. semoga keamanan pangan dapat terus dijaga secara konsisten, sehingga setiap porsi MBG yang diberikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, berkualitas, dan benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....