Kunjungi RSUD Komodo, Komisi IX DPR RI Dorong Layanan Jantung Cepat Tanpa Hambatan
- 25 Jul 2026 16:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mendampingi Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo dan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Manggarai Barat, Jumat, 24 Juli 2026. Kunjungan tersebut difokuskan pada evaluasi layanan kesehatan, khususnya operasional fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) yang menjadi andalan penanganan pasien penyakit jantung di Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Johni menegaskan bahwa RSUD Komodo memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Manggarai Barat sekaligus penopang layanan kegawatdaruratan bagi wisatawan di destinasi super prioritas Labuan Bajo. Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, bersama anggota Komisi IX, pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan tenaga medis melakukan pembahasan mendalam terkait kendala operasional Cath Lab.
Anggota Komisi IX DPR RI, Kamal, mengingatkan bahwa penanganan pasien serangan jantung memiliki golden hour selama 120 menit sehingga tindakan medis tidak boleh tertunda akibat persoalan administrasi maupun proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama di atas seluruh prosedur birokrasi.
Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, langsung menginstruksikan manajemen RSUD Komodo untuk kembali mengoperasikan layanan darurat Cath Lab. Ia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat siap menanggung biaya pelayanan pasien gawat darurat yang belum terakomodasi BPJS Kesehatan.
Kebijakan itu tidak hanya berlaku bagi warga Manggarai Barat, tetapi juga bagi pasien rujukan dari kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur yang membutuhkan tindakan penyelamatan jiwa. "Jika ada pasien serangan jantung yang membutuhkan pelayanan darurat, layani terlebih dahulu. Soal pembiayaan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," kata Bupati Endi.
Komitmen tersebut mendapat respons positif dari BPJS Kesehatan. Melalui Asisten Deputi Direksi Kerja Sama Fasilitas Kesehatan, BPJS menyatakan siap mempercepat proses kredensialing layanan kardiointervensi RSUD Komodo begitu seluruh persyaratan diajukan. Langkah ini dilakukan melalui mekanisme diskresi agar kerja sama pelayanan Cath Lab dapat segera berjalan tanpa harus menunggu siklus administrasi reguler.
Sementara, Felly Estelita Runtuwene meminta BPJS lebih aktif mendampingi rumah sakit setiap kali terdapat perubahan regulasi sehingga pelayanan kesehatan tidak lagi terkendala masalah administratif. Kunjungan kerja Komisi IX DPR RI menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat layanan jantung di RSUD Komodo.
Salah satunya adalah kewajiban rumah sakit memberikan tindakan medis segera kepada pasien serangan jantung menggunakan fasilitas Cath Lab tanpa menunggu penyelesaian administrasi. Komisi IX juga memberikan apresiasi kepada dokter spesialis jantung dr. Rara beserta seluruh tenaga kesehatan RSUD Komodo yang tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik di wilayah 3T sekaligus kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo.
Keputusan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan akses layanan kesehatan darurat yang cepat, berkualitas, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa di NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....