Wakapolda NTT Dorong Penyelesaian Konflik Adat Flores Timur Berkelanjutan
- 24 Jul 2026 17:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Wakapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., menyoroti konflik antarkampung yang telah berlangsung sekitar 14 tahun di Kabupaten Flores Timur. Pesan tersebut disampaikan saat bertemu dengan Bupati Flores Timur sebelum bertolak dari Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Rabu 22 Juli 2026.
Dalam pertemuan singkat itu, Wakapolda menegaskan konflik berkepanjangan tidak boleh terus menjadi warisan bagi generasi berikutnya. Menurutnya, penyelesaian harus dilakukan secara konkret, menyeluruh, dan mampu menyentuh akar persoalan yang selama ini memicu pertikaian.
Wakapolda mendorong Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengedepankan mekanisme adat sebagai bagian dari proses penyelesaian. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena persoalan yang telah berlangsung lama tidak cukup ditangani hanya melalui pendekatan keamanan.
Selain itu, ia mengajak seluruh pihak membuka ruang dialog dengan mempertemukan kelompok yang bertikai. Kesepakatan damai diharapkan dapat diterima secara sosial, adat, maupun hukum sehingga memiliki kekuatan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
"Masalah ini sudah berjalan selama 14 tahun. Jangan sampai terus berlarut-larut," ujar Brigjen Pol. Faizal dengan tegas dalam pertemuan tersebut.
Ia juga menilai pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mencari solusi terhadap sumber konflik, termasuk apabila sengketa lahan menjadi pemicu utama. Menurutnya, opsi pembelian lahan oleh pemerintah daerah dapat dipertimbangkan sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku untuk memutus mata rantai perselisihan.
Wakapolda turut mengingatkan Kapolres Flores Timur AKBP I Gede Putra Yase, S.H., agar tetap hadir dan bertindak profesional dalam menghadapi setiap persoalan di wilayah hukumnya. Ketegasan aparat, menurutnya, harus dilakukan secara terukur, proporsional, serta berlandaskan aturan hukum demi melindungi masyarakat.
Senada dengan itu, Dir Intelkam Polda NTT Kombes Pol. Danang Kuswoyo, S.I.K., meminta Pemerintah Kabupaten Flores Timur segera mengambil langkah penyelesaian terbaik. Ia menilai konflik yang berlangsung selama belasan tahun berpotensi memunculkan ketegangan baru apabila tidak diselesaikan secara menyeluruh.
Polda NTT menyatakan siap mendukung pemerintah daerah dalam menjaga keamanan selama proses penyelesaian konflik berlangsung. Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Flores Timur.
Sebelum bertolak melalui Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, rombongan Wakapolda lebih dahulu singgah di Polsek Waigete dan Caffe Rindu Lokaria di Kabupaten Sikka. Rombongan yang terdiri dari sejumlah pejabat utama Polda NTT kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat NAM Air pada pukul 13.15 Wita setelah seluruh agenda berlangsung aman dan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....