Kapolda NTT Kunjungi Asrama Polres Nagekeo, Kuatkan Keluarga Besar

  • 24 Agt 2026 19:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo - Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko mengunjungi Asrama Polres Nagekeo untuk memastikan kondisi personel dan keluarganya secara langsung, Senin 24 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 SR mengguncang wilayah dan memicu kepanikan serta kerusakan di sejumlah lokasi.

Kehadiran Kapolda bukan sekadar agenda kedinasan, melainkan upaya memastikan anggota bersama keluarga memperoleh perhatian dan dukungan selama masa pemulihan. Di hadapan anggota dan keluarga, ia meminta seluruh personel tetap tenang, saling membantu, serta mengutamakan keselamatan bersama terlebih dahulu.

Kapolda menekankan kekuatan organisasi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keluarga anggota yang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan. Menurut dia, Polri tetap harus hadir melayani masyarakat meski personelnya juga menghadapi situasi darurat bersama keluarga sendiri.

Perhatian juga diberikan kepada keluarga anggota terdampak gempa, terutama untuk menjaga kesehatan, keselamatan, serta kebutuhan mereka selama pemulihan. Dukungan pimpinan disebut akan terus diberikan kepada personel dan keluarga hingga kondisi mereka berangsur pulih setelah bencana secara bertahap.

Kunjungan tersebut turut didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal serta sejumlah pejabat utama Polda NTT dan Kapolres Nagekeo setempat. Rombongan meliputi Dirpolairud Irwan Deffi Nasution, Dansat Brimob Afrizal Asri, Koorspripim M. Ichwan Nugraha, serta AKBP Rachmat Muchamad Salihi.

Sementara itu, Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi menyebut kehadiran Kapolda memberi energi positif bagi personel dan keluarga besar. Ia menilai pesan pimpinan membuat anggota tetap fokus menjalankan tugas, sembari memperhatikan keselamatan keluarga masing-masing di tengah situasi darurat.

Selain menguatkan internal, kunjungan itu juga menegaskan kesiapan Polri menjaga pelayanan kemanusiaan selama penanganan pascagempa berlangsung di daerah. Personel diminta menjaga kesehatan, keselamatan, dan kekompakan agar tugas kemanusiaan tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi keluarga mereka sendiri.

Gempa M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, dengan episenter sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, berdasarkan data BMKG. Guncangan kuat dirasakan di Nagekeo dan sejumlah wilayah Flores, sementara aktivitas gempa susulan masih memengaruhi rasa aman warga.

Dalam kondisi tersebut, dukungan pimpinan kepada anggota menjadi penting karena mereka harus bekerja sekaligus memulihkan kondisi keluarga masing-masing. Kapolres menegaskan jajaran Polres Nagekeo tetap bekerja melayani masyarakat, sambil memastikan personel dan keluarga berada dalam perhatian pimpinan.

Kehadiran Kapolda di asrama akhirnya membawa pesan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kekuatan bersama, kebersamaan, perhatian, dan komunikasi yang terus terjaga. Dari asrama Polres Nagekeo, pesan itu mengarah pada satu hal: Polri harus kuat bersama keluarga dan masyarakat terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....