Penyuluh Agama Ajak Umat Bangun Persaudaraan dalam Ketaatan kepada Allah

  • 21 Jul 2026 16:08 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Katolik Grasiana Mbu mengajak umat Katolik membangun persaudaraan sejati melalui ketaatan kepada kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Keluarga Allah melampaui hubungan darah biologis dan mencakup setiap orang yang mendengarkan, menerima, dan melaksanakan kehendak Bapa.
  • Ajaran ini bersumber dari Injil Matius 12:46–50 yang menekankan makna keluarga dalam perspektif spiritual Kristiani.

RRI.CO.ID, Ende – Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Grasiana Mbu, S.Ag., mengajak umat Katolik membangun persaudaraan sejati melalui ketaatan kepada kehendak Allah. Ajakan tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi Katolik, Selasa, 21 Juli 2026, dengan tema "Menjadi Keluarga Allah adalah Persaudaraan Sejati dalam Ketaatan", yang diangkat dari Injil Matius 12:46–50.

Dalam renungannya, Grasiana menjelaskan bahwa Yesus mengajarkan makna keluarga yang tidak terbatas pada hubungan darah. Menurutnya, keluarga Allah adalah setiap orang yang mendengarkan, menerima, dan melaksanakan kehendak Bapa dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui Injil Matius 12:46–50, Yesus menegaskan bahwa siapa pun yang melakukan kehendak Bapa di surga adalah saudara, saudari, dan ibu-Nya. Dengan demikian, ukuran utama menjadi anggota keluarga Allah bukanlah ikatan biologis, melainkan ketaatan kepada kehendak-Nya," ujar Grasiana.

Ia mengatakan, ketaatan kepada Allah perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti mengasihi sesama, mengampuni, menjaga persaudaraan, serta membangun kehidupan yang damai dan saling menghormati. Menurutnya, sikap tersebut menjadi cerminan hadirnya Kerajaan Allah di tengah keluarga maupun masyarakat.

Grasiana menilai kehidupan modern menghadirkan berbagai tantangan yang dapat melemahkan semangat persaudaraan, di antaranya sikap individualistis, berkurangnya kepedulian terhadap sesama, serta mudahnya terjadi perpecahan.

Karena itu, ia mengajak umat untuk meneladani Kristus yang selalu mengutamakan kasih, persatuan, dan kesetiaan kepada kehendak Bapa.

"Setiap orang dipanggil menjadi saksi kasih Allah melalui perkataan dan perbuatan. Dengan hidup dalam ketaatan, kita tidak hanya semakin dekat dengan Allah, tetapi juga mampu menghadirkan persaudaraan yang tulus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat," katanya.

Melalui tema yang diangkat dalam Mutiara Pagi Katolik, umat diharapkan semakin memahami bahwa menjadi bagian dari keluarga Allah merupakan panggilan untuk hidup dalam kasih, ketaatan, dan pelayanan. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar terciptanya persaudaraan sejati yang membawa damai, harapan, dan sukacita bagi sesama.

Program Mutiara Pagi Katolik merupakan salah satu sarana pewartaan RRI yang menghadirkan refleksi iman untuk memperkuat kehidupan rohani umat. Melalui renungan harian, masyarakat diajak menghayati Sabda Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....