MPLS Ramah 2026 Tak Hanya Kenalkan Sekolah, Siswa Didorong Jadi Pembelajar Aktif

  • 14 Jul 2026 09:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende– Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026 menghadirkan pendekatan baru yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong peserta didik aktif berkarya dan membangun karakter sejak hari pertama masuk sekolah. Melalui konsep MPLS Ramah 2026, sekolah diarahkan menjadi ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Dhion Dani, Guru Inisiator Perubahan Tahun 2021, saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program Obras (Obrolan Sepada) bertema "Reset, Restart, Berkarya: Awali Semester dengan Aksi Nyata", Senin 13 Juli 2026. Menurutnya, semangat memasuki tahun ajaran baru harus diiringi dengan perubahan cara belajar yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari dengan materi yang mengacu pada panduan Kementerian. Seluruh kegiatan dirancang mengusung pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, menyenangkan, serta bebas dari praktik.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, MPLS 2026 ditutup dengan kegiatan unjuk karya yang memberi ruang kepada peserta didik menampilkan bakat, kreativitas, dan hasil kerja kelompok. Menurut Dhion, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk belajar bekerja sama sekaligus membangun rasa percaya diri sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

Selain itu, peserta didik juga memperoleh materi literasi digital sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia menilai kemampuan menggunakan media digital secara bijak harus ditanamkan sejak dini agar teknologi menjadi sarana belajar, bukan sebaliknya.

"Pembelajaran sekarang memang harus berbasis digital. Karena itu, guru juga harus terus meningkatkan kemampuan agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan zaman," ujarnya.

Ia mengatakan, pendidikan saat ini tidak cukup hanya mengejar capaian akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan positif, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta sikap saling menghargai di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ia menambahkan, keberhasilan seorang peserta didik tidak hanya ditentukan oleh nilai yang diperoleh di kelas. Karakter yang baik, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pada kesempatan itu, Dhion Dani mengajak guru untuk terus berinovasi menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif. Guru juga diharapkan lebih terbuka mendengarkan kebutuhan peserta didik sehingga proses belajar benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan mereka.

Ia berharap MPLS Ramah 2026 menjadi langkah awal lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, kreatif, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk mewujudkan cita-cita mereka di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....