Syukur dalam Nikmat, Sabar dalam Musibah Jadi Pesan Mimbar Agama Islam

  • 10 Jul 2026 23:02 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Islam Abdul Azis Yasin mengajak umat Islam menanamkan rasa syukur atas nikmat dan bersabar menghadapi musibah sebagai tuntunan ajaran Islam.
  • Syukur bukan hanya diwujudkan melalui ucapan tetapi juga dengan memanfaatkan nikmat untuk hal-hal yang bermanfaat dan diridhai Allah SWT.
  • Setiap musibah yang dialami manusia mengandung hikmah dan sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

RRI.CO.ID,Ende – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Ende, Abdul Azis Yasin, S.Sy, mengajak umat Islam untuk senantiasa menanamkan rasa syukur ketika memperoleh nikmat serta bersabar saat menghadapi berbagai musibah dalam kehidupan. Pesan tersebut disampaikan dalam Mimbar Agama Islam edisi Jumat, 10 Juli 2026, dengan mengangkat tema "Syukur dalam Nikmat, Sabar dalam Musibah".

Dalam penyampaiannya, Abdul Azis Yasin menjelaskan bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari dua keadaan, yaitu kebahagiaan dan ujian. Menurutnya, seorang mukmin dituntut untuk mampu menyikapi keduanya sesuai tuntunan ajaran Islam.

"Ketika Allah SWT memberikan nikmat, maka kewajiban seorang hamba adalah bersyukur. Sebaliknya, ketika Allah menguji dengan musibah, maka sikap yang harus dikedepankan adalah bersabar dan tetap berbaik sangka kepada-Nya," ujarnya.

Ia menuturkan, rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan Alhamdulillah, tetapi juga dengan memanfaatkan segala nikmat yang diberikan Allah SWT untuk hal-hal yang bermanfaat dan diridhai-Nya. Syukur, lanjutnya, menjadi salah satu sebab bertambahnya nikmat sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an.

Sementara itu, sikap sabar merupakan bentuk keteguhan hati dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Menurut Abdul Azis Yasin, setiap musibah yang dialami manusia mengandung hikmah dan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak mudah berputus asa ketika menghadapi kesulitan. Sebab, setiap ujian memiliki batas dan Allah SWT tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat menjadikan syukur dan sabar sebagai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap keberhasilan tidak melahirkan kesombongan, sementara setiap kegagalan tidak menimbulkan keputusasaan.

"Orang yang bersyukur akan merasakan ketenangan karena menyadari seluruh nikmat berasal dari Allah. Demikian pula orang yang sabar akan memperoleh kekuatan untuk bangkit dan menghadapi setiap ujian dengan penuh keikhlasan," katanya.

Di akhir penyampaian, Abdul Azis Yasin mengajak seluruh umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Melalui tema "Syukur dalam Nikmat, Sabar dalam Musibah", diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa kedua sikap tersebut merupakan pondasi penting dalam membangun kehidupan yang penuh ketenangan, optimisme, dan keimanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....