Pawai Malam Takbiran di Kota Seribu Gereja dan Biara
- 27 Mei 2026 20:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Ruteng, Kabupaten Manggarai yang selama ini tersohor dengan julukan "Kota Seribu Gereja dan Biara", kembali merajut kisah indah tentang bagaimana perbedaan justru melahirkan sebuah simfoni kedamaian, saat ratusan umat Islam melaksanakan pawai malam takbiran, Selasa, 26 Mei 2026.
Sejak sore, area Natas Labar sudah dipadati ratusan umat Islam dari berbagai usia untuk mengikuti pawai akbar tersebut. Mobil-mobil tampak berjejer rapi dengan dekorasinya yang dihiasi pernik lampu, miniatur kubah masjid, serta berbagai kreasi menarik lainnya, memberikan kesan semarak.
Dari mobil itu pulalah gema takbir, tahmid, dan tahlil yang merdu dilantunkan mengiringi pawai malam takbiran. Suasana religius yang berpadu dengan semangat kebersamaan yang kental, menciptakan malam yang tak hanya meriah tetapi juga sarat makna spiritual dan budaya.
Tampak, umat hadir dengan penuh keceriaan menandai tibanya momentum yang paling dinanti-nantikan oleh umat Muslim, malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha. Pemandangan yang paling mencuri perhatian malam itu adalah kehadiran Orang Muda Katolik (OMK) dari Paroki Kristus Raja Mbaumuku dan Paroki Kumba, serta pemuda-pemudi dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Ruteng.
Bukan sekadar menonton, pemuda-pemudi lintas agama ini ambil bagian secara aktif. Saat umat Muslim mengagungkan asma Allah dalam gema takbir, mereka bahu-membahu bersama aparat Polres Manggarai dan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Ruteng, turut menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas, bahkan, sebagian dari mereka memilih ikut larut dalam rombongan pawai.
Detik-detik saat Wakapolres Manggarai, Kompol Mei Charles, membentangkan bendera start, disaksikan langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Manggarai, Ketua PBHI, serta deretan pemuda OMK Mbaumuku, Kumba, dan pemuda GMIT, seketika itu pula, sorak-sorai umat pecah beriringan dengan bunyi klakson kendaraan yang saling bersahutan.
Hanya dengan satu lambaian bendera, peserta pawai Idul Adha resmi dilepas, memulai pawai akbar yang membawa misi damai di sepanjang jalan Kota Ruteng.
Rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam turut dirasakan oleh Ketua Panitia Hari Besar Islam Kabupaten Manggarai, H. Abdul Karim. Baginya, malam takbiran kali ini membawa makna persatuan yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di wilayah Ruteng.
Kehadiran pawai akbar ini seolah menjadi pengobat rindu yang luar biasa setelah dua kali berturut-turut pada perayaan Idul Fitri dan Idul Adha sebelumnya, gema takbir keliling tidak bisa dilaksanakan di jalanan kota. "Alhamdulillah. Karena sudah dua kali berturut-turut ini tidak pawai kan? Jadi euforia teman-teman, umat Muslim, sangat meriah sekali," ujarnya kepada RRI.
Sembari menyaksikan antusiasme umat yang tumpah ruah, H. Abdul Karim juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Manggarai. Langkah kepolisian dalam menginisiasi, menyiasati, dan menyatukan pelaksanaan takbiran kali ini dinilai sebagai jembatan yang sangat baik untuk merekatkan kembali kebersamaan.
Melihat dampak positif tersebut, pihak PHBI menegaskan komitmen penuhnya untuk mengawal jalannya pawai agar tetap berada dalam koridor yang tertib, aman, dan lancar. Bagi H. Abdul, keberhasilan pelaksanaan malam takbiran ini bukan sekadar tentang kemeriahan konvoi kendaraan, melainkan tentang bagaimana sebuah kebijakan mampu merangkul semua pihak dan melahirkan kembali semangat persaudaraan yang kokoh di tanah Manggarai.
Bagi umat Muslim, kesempatan untuk kembali turun ke jalan dan mengagungkan asma Allah secara bersama-sama adalah sebuah harapan besar yang akhirnya menjadi kenyataan. Pawai akbar ini dirasakan sebagai ruang paling tepat untuk meluapkan rasa syukur dan kegembiraan kolektif, sesaat sebelum mereka memasuki kekhusyukan ibadah salat Idul Adha keesokan harinya.
Kebersamaan malam itu tidak langsung usai; acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah. Acara malam takbiran akhirnya ditutup dengan doa bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....