Dewan Adat Nua Ende Segera Dideklarasikan Sabtu
- 09 Jul 2026 17:41 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Tim penggagas Dewan Adat Nua Ende (DANE) memastikan deklarasi pembentukan lembaga adat itu akan digelar pada Sabtu 11 Juli 2026 di Museum Tenun Ikat Ende. Agenda tersebut menjadi penanda dimulainya pembentukan rumah besar masyarakat adat Ende yang dirancang menaungi berbagai unsur masyarakat dalam satu wadah bersama.
Koordinator Tim Penggagas DANE, H. Djafar Achmad, mengatakan Dewan Adat Nua Ende bukan sekadar identitas organisasi, melainkan memiliki makna filosofis, historis, sosial, dan spiritual yang kuat bagi masyarakat adat Ende. Penegasan itu disampaikannya dalam konferensi pers di Jalan Perwira, Kota Ende, Kamis 9 Juli 2026.
Menurut Djafar, DANE dibentuk sebagai rumah bersama seluruh masyarakat Nua Ende tanpa membedakan wilayah, suku, agama, maupun latar belakang sosial. Lembaga ini juga diproyeksikan menjadi ruang pemersatu yang bertumpu pada nilai persaudaraan, musyawarah, penghormatan kepada leluhur, dan tanggung jawab menjaga martabat budaya Ende lintas generasi.
Ia menjelaskan, pembentukan DANE membawa mandat utama sebagai wadah musyawarah mufakat, pelindung identitas budaya, sekaligus pengelola wilayah adat berdasarkan norma dan kearifan lokal Nua Ende. Mandat itu dinilai penting untuk memperkuat legitimasi keberadaan lembaga adat di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.
Deklarasi pembentukan DANE akan melibatkan para Mosazaki dan tokoh adat sebagai deklarator utama. Selain itu, panitia juga mengundang pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan agar momentum tersebut menjadi ruang bersama dalam memperkuat posisi adat di Kabupaten Ende.
Djafar menyebut undangan telah diarahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Ende, Ketua DPRD, Kapolres Ende, Dandim 1602/Ende, dan Kajari Ende. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, akademisi budaya, anggota dewan, pengusaha, insan media, profesional, tokoh perempuan, hingga tokoh pemuda juga akan dilibatkan dalam acara itu.
Prosesi deklarasi akan diawali dengan Bhea atau sambutan selamat datang secara adat sebagai pembuka acara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama Islam dan Katolik, serta Sua Saza atau doa dalam bahasa Ende.
Tahapan berikutnya adalah penandatanganan naskah deklarasi oleh para Mosazaki, tokoh adat, dan para penggagas atau inisiator DANE. Penandatanganan itu akan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ende sebagai bentuk dukungan terhadap pembentukan lembaga adat tersebut.
Tim penggagas juga membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di daerah itu. Djafar mengajak pemerintah daerah, media, pengusaha, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya untuk hadir serta ikut menyaksikan deklarasi DANE.
Usai deklarasi, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Musyawarah Besar adat. Forum itu dijadwalkan membahas pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Garis Besar Haluan Organisasi, penetapan Majelis Adat, hingga pemilihan Ketua Umum DANE.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....