BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Sedang di Perairan NTT
- 09 Jul 2026 14:20 WIB
- Ende
Poin Utama
- BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur, Kamis 9 Juli 2026.
- Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Edo Juan Alvian, mengatakan gelombang kategori sedang diprakirakan terjadi hingga Jumat pagi.
- BMKG juga meminta nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca maritim sebelum melaut.
RRI.CO.ID, Ende – BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur, Kamis 9 Juli 2026. Kondisi gelombang kategori sedang tersebut berpotensi membahayakan keselamatan perahu nelayan maupun kapal tongkang yang beroperasi di wilayah perairan terdampak.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Edo Juan Alfian, mengatakan gelombang sedang diprakirakan masih berlangsung hingga Jumat pagi. Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter meliputi Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu dan perairan selatan Sumba.
Selain itu juga terjadi di perairan utara dan selatan Sabu Raijua, perairan utara Kupang–Rote, serta sebagian perairan Taman Nasional Komodo, terutama bagian selatan. Edo menjelaskan, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah perairan NTT diprakirakan cerah hingga berawan.
Sementara itu, angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 12 hingga 50 kilometer per jam atau sekitar 6 hingga 25 knot. Ia mengingatkan seluruh pengguna jasa transportasi laut untuk selalu memperhatikan perkembangan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di perairan.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut maupun pesisir," kata Edo dalam program Florata Pagi Ini Pro 1 RRI Ende, Kamis 9 Juli 2026.
BMKG juga meminta nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir agar rutin memantau informasi prakiraan cuaca maritim sebelum melaut. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat perubahan cuaca maupun peningkatan tinggi gelombang.
Masyarakat diimbau memanfaatkan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan dalam merencanakan aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan. Dengan kewaspadaan dan kesiapan menghadapi kondisi cuaca, risiko terhadap keselamatan pelayaran diharapkan dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....