Pokjaluh Katolik Ende Bekali Kelompok Rentan Keterampilan Bernilai guna
- 09 Jul 2026 10:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Sebanyak 18 penerima layanan Yayasan Pelayanan Kasih Bunda berhasil menghasilkan 18 kemoceng berbahan tali rafia melalui pendampingan keterampilan yang dilaksanakan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Selasa, 7 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan sederhana yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.
Dalam pelatihan tersebut, setiap peserta didampingi membuat satu kemoceng mulai dari menyiapkan bahan, merangkai tali rafia, hingga menyelesaikan produk siap pakai. Pemilihan bahan yang mudah diperoleh serta teknik pembuatan yang sederhana diharapkan memudahkan peserta untuk mempraktikkan kembali keterampilan tersebut secara mandiri sesuai kemampuan masing-masing.
Ketua Pokjaluh Katolik Kankemenag Ende, Rudolf T.R. Fahik, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud pelayanan keagamaan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk belajar, berkarya, dan menghasilkan produk yang bermanfaat. Kami ingin menghadirkan pendampingan yang inklusif serta membuka ruang bagi setiap orang untuk mengembangkan potensinya,” kata Rudolf.
Sementara itu, Pendamping Yayasan Pelayanan Kasih Bunda, Yoseph Gregorius Babo Raki, menjelaskan keterlibatan peserta dalam seluruh proses pembuatan produk membantu melatih konsentrasi, kesabaran, kemampuan mengikuti tahapan kerja, serta membangun interaksi positif dengan para pendamping. Keberhasilan menyelesaikan produk juga menjadi pengalaman berharga yang mampu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mereka.
Ke depan, Pokjaluh Katolik Kankemenag Ende bersama Yayasan Pelayanan Kasih Bunda berkomitmen melanjutkan program pendampingan dengan fokus pada peningkatan kualitas produk, penyediaan bahan baku, pengemasan, hingga pemasaran. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan keterampilan yang dimiliki peserta sebagai kegiatan produktif yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....