Mahasiswa NUS Pilih Ende untuk Belajar ASEAN dari Kehidupan Masyarakat
- 08 Jul 2026 17:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Mahasiswa National University of Singapore (NUS) memilih Kabupaten Ende sebagai lokasi pembelajaran lapangan untuk mengenal kehidupan masyarakat ASEAN secara lebih dekat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memahami kawasan Asia Tenggara melalui pengalaman langsung, bukan hanya dari ruang kelas maupun pemberitaan.
Profesor National University of Singapore, Tan Lai Yong, mengatakan kampusnya ingin mengajak mahasiswa belajar langsung dari negara-negara ASEAN. Menurutnya, pembelajaran seperti itu akan memberikan perspektif yang lebih utuh dibandingkan hanya membaca informasi di media.
Ia menilai pemberitaan tentang negara lain umumnya didominasi isu ekonomi, harga properti, pasar saham, hingga kriminalitas. Padahal, kehidupan masyarakat, budaya, dan nilai-nilai sosial juga merupakan bagian penting yang layak dipelajari.
Tan Lai Yong mengungkapkan Flores memiliki letak yang relatif dekat dengan Singapura, yakni sekitar dua jam perjalanan udara. Kedekatan tersebut membuat Flores menjadi destinasi yang mudah dijangkau untuk kegiatan pembelajaran mahasiswa.
Selain dekat, Flores juga dinilai memiliki lingkungan yang aman dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Kondisi itu menjadi pertimbangan bagi orang tua mahasiswa yang menginginkan anak-anak mereka belajar di luar negeri tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
"Ende dan Flores sebenarnya adalah tetangga kami. Kita harus mengasihi tetangga kita," ujar Tan Lai Yong saat ditemui di Moni, Kabupaten Ende pada 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan rombongan mahasiswa sebelumnya mengikuti kegiatan penanaman mangrove di Labuan Bajo. Setelah kegiatan di kawasan pesisir selesai, mereka ingin melanjutkan pembelajaran mengenai ekosistem pegunungan.
Melalui rekomendasi mitra lembaga swadaya masyarakat di Labuan Bajo, rombongan kemudian diperkenalkan dengan sekolah di Moni. Setelah berdiskusi dengan pihak sekolah dan masyarakat, program pembelajaran sekaligus penanaman pohon akhirnya dapat terlaksana karena mendapat dukungan dari seluruh pihak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....