Sikka Bidik Jadi Tuan Rumah PON 2028
- 08 Jul 2026 17:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Kabupaten Sikka menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Komitmen itu disampaikan langsung Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat dilantik sebagai Ketua KONI Kabupaten Sikka pada 5 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, Juventus menyampaikan kepada Gubernur NTT sekaligus Ketua KONI Provinsi NTT, Melki Laka Lena, bahwa Sikka siap menjadi tuan rumah tiga cabang olahraga. Bahkan, Sikka mengusulkan empat cabang untuk dipertandingkan, yakni pencak silat, catur, bulu tangkis, dan sepak bola putri.
Pernyataan itu langsung disambut antusias Gubernur Melki Laka Lena dengan seruan “Ayo Bangun NTT, PON 2028: Sikka Tuan Rumah”. Dukungan tersebut menjadi sinyal awal bahwa peluang Sikka masuk dalam peta penyelenggaraan PON di Nusa Tenggara Timur mulai terbuka.
Optimisme itu bukan tanpa alasan, karena Sikka dinilai memiliki posisi strategis di Pulau Flores dengan akses darat, laut, dan udara yang terus berkembang. Kondisi tersebut dinilai memudahkan mobilitas atlet, ofisial, panitia, hingga wisatawan yang datang selama pelaksanaan ajang olahraga nasional.
Selain konektivitas, dukungan fasilitas kesehatan di Kabupaten Sikka juga disebut semakin memadai untuk menopang penyelenggaraan event berskala besar. Kehadiran layanan medis yang lebih siap menjadi salah satu unsur penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta.
Dampak penyelenggaraan PON juga diperkirakan tidak berhenti pada arena pertandingan, tetapi merembet ke sektor ekonomi masyarakat. Ribuan peserta dan pengunjung berpotensi menggerakkan usaha hotel, kuliner, transportasi, hingga produk-produk UMKM lokal di Maumere dan sekitarnya.
PON 2028 juga dipandang sebagai momentum percepatan pembangunan daerah, terutama pada sektor infrastruktur dan pelayanan publik. Pengalaman sejumlah daerah menunjukkan bahwa event olahraga nasional kerap memunculkan efek berganda melalui peningkatan kunjungan wisata, okupansi hotel, dan perputaran ekonomi.
Tidak hanya itu, ajang ini dinilai bisa memperkuat citra Kabupaten Sikka di tingkat nasional. Ribuan atlet, ofisial, media, dan wisatawan yang datang ke Maumere akan melihat langsung wajah daerah, mulai dari budaya, keramahan masyarakat, destinasi wisata, hingga peluang investasi.
Modal sosial masyarakat Sikka pun dinilai menjadi kekuatan tersendiri untuk menopang kesiapan sebagai tuan rumah. Budaya gotong royong, rasa memiliki terhadap daerah, dan semangat kolektif warga disebut menjadi energi penting yang tidak bisa digantikan oleh pembangunan fisik semata.
Meski demikian, sejumlah pekerjaan rumah masih menanti, mulai dari pemenuhan standar venue pertandingan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan koordinasi lintas sektor. Namun, tantangan itu justru dibaca sebagai dorongan untuk mempercepat pembenahan agar Sikka benar-benar siap menyambut kepercayaan sebagai salah satu tuan rumah PON 2028.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....