Leader WO Ungkap Alasan Tamu Undangan Lebih Sulit dari Pengantin

  • 09 Jul 2026 15:23 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Banyak orang mengira tantangan terbesar dalam menyelenggarakan pesta pernikahan berasal dari pengantin atau keluarga. Namun, pengalaman berbeda justru diungkapkan seorang leader wedding organizer di Arab Saudi yang menyebut tamu undangan sebagai faktor paling menentukan lancar atau tidaknya sebuah resepsi.

Hal tersebut di sampaikan oleh Insany Fatmala Dewi, Leader Wedding Organizer di Mekkah dan Jeddah, saat di wawancarai oleh Pro 2 RRI Ende dalam program acara Santai Siang Muda Kreatif pada hari Senin 7 Juli 2026. Menurutnya, dinamika yang muncul dari tamu undangan kerap menjadi tantangan terbesar dibandingkan permintaan dari pengantin maupun keluarga.

Insany mengatakan, tamu undangan tidak jarang mengubah susunan acara yang telah disiapkan panitia. Ada yang meminta hidangan disajikan lebih awal, menginginkan perubahan alur acara, hingga menyampaikan komplain secara langsung kepada penyelenggara sehingga membutuhkan respons yang cepat dan tepat.

Ia menjelaskan, sebagai leader wedding organizer, dirinya bertanggung jawab mengawasi seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan acara. Mulai dari koordinasi dengan fotografer, dekorasi, pelayanan tamu, hingga buffet harus dipastikan berjalan sesuai perencanaan agar pesta berlangsung lancar.

Menurutnya, pelayanan kepada tamu menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan pernikahan di Arab Saudi. Karena itu, setiap meja tamu wajib dilayani oleh petugas khusus agar seluruh kebutuhan tamu dapat dipenuhi selama acara berlangsung.

Selain memastikan kualitas pelayanan, seluruh tim juga diwajibkan mengecek kebersihan, kerapian, dan kesiapan lokasi sebelum acara dimulai. Baginya, perhatian terhadap detail menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah pesta pernikahan, ucapnya.

Ia menambahkan, kemampuan berbahasa Arab dan bahasa Inggris menjadi modal penting bagi siapa pun yang ingin berkarier di industri wedding organizer di Arab Saudi. Lingkungan kerja yang melibatkan tenaga kerja dari berbagai negara menuntut kemampuan komunikasi yang baik, selain sikap profesional dan kemampuan melayani tamu, katanya.

Ia juga berharap generasi muda Indonesia untuk tidak ragu memulai usaha. Menurutnya, membangun bisnis harus diawali dengan keyakinan terhadap tujuan yang ingin dicapai, sedangkan keterampilan dan pengalaman akan berkembang seiring kemauan untuk terus belajar dan bekerja keras, tutupnya .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....