Dosen ITB Teliti Sumber Air Tawar di Ende
- 06 Jul 2026 14:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Tim dosen Teknik Geodesik dan Geomatika Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dosen Universitas Brawijaya meneliti potensi sumber air tawar di wilayah Rate, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende. Penelitian lapangan itu berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu 3-4 Juli 2026, sebagai bagian dari skema pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini difokuskan untuk mencari titik sumber air tawar yang dapat dimanfaatkan warga setempat. Selama ini, sebagian masyarakat di kawasan tersebut masih kesulitan memperoleh air bersih karena air sumur yang tersedia cenderung asin dan payau.
Dosen ITB, Magenika Julian, mengatakan penelitian dilakukan setelah tim menerima informasi mengenai kebutuhan mendesak warga Kelurahan Tanjung terhadap akses air bersih. Informasi itu disampaikan oleh kolega dari Universitas Brawijaya yang berasal dari Ende dan mengetahui kondisi warga di lapangan.
Menurut Magenika, tim membawa peralatan geolistrik untuk memetakan potensi air tanah, termasuk kedalaman dan kualitas air di bawah permukaan. Metode ini dilakukan dengan membentangkan kabel dua dimensi yang dihubungkan ke perangkat geolistrik untuk membaca lapisan tanah dan mendeteksi kemungkinan adanya air tawar.
nya mencari air tawar karena dari informasi warga, beberapa sumur yang ada masih asin atau payau. Dengan alat geolistrik, kami ingin mengetahui titik lapisan air tawar sekaligus kualitas airnya agar nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Magenika kepada RRI di lokasi kegiatan, Jumat 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, survei tahap awal ini ditujukan untuk memastikan titik sumur yang paling potensial beserta kedalamannya. Jika titik optimal telah ditemukan, tahapan berikutnya adalah pengeboran sumur sebagai tindak lanjut hasil penelitian.
Magenika menambahkan, kegiatan tersebut juga melibatkan Wakaf Salman sebagai mitra pendanaan untuk mendukung tahap lanjutan. Apabila dukungan dana tersedia, pengeboran ditargetkan dapat dilakukan paling lambat dua bulan ke depan.
Sementara itu, dosen ITB lainnya, Safajar Hidayat, mengatakan tim berada di Ende selama empat hari untuk menjalankan agenda survei geolistrik di Kelurahan Tanjung. Ia menjelaskan, pencarian sumber air dilakukan melalui dua pendekatan, yakni analisis citra satelit untuk melihat elevasi dan survei geolistrik untuk meningkatkan ketepatan hasil di lapangan.
Menurut Safajar, pendekatan citra satelit membantu memetakan potensi awal, namun resolusinya masih terbatas sehingga perlu diperkuat dengan survei geolistrik. Dalam kegiatan ini, tim yang terlibat tidak hanya dosen, tetapi juga mahasiswa lintas disiplin, mulai dari teknik geodesi, geomatika, hingga geofisika.
Safajar menuturkan, riset tersebut lahir dari inisiatif bersama antara warga Rate, Kelurahan Tanjung, dan kalangan akademisi melalui program Desa Nisa. Melalui aplikasi itu, pemerintah desa atau kelurahan dapat menyampaikan persoalan di wilayahnya, lalu ditindaklanjuti oleh akademisi ITB, termasuk persoalan krisis air bersih yang sudah lama dihadapi masyarakat Rate.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....