Polda NTT Raih Rekor MURI Dunia lewat Inovasi Terapi Kesehatan Mental
- 04 Jul 2026 21:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mencatatkan prestasi membanggakan melalui inovasi pelayanan kesehatan mental berbasis metode USEFT kepada anggota dan masyarakat. Pencapaian tersebut mengantarkan Polda NTT menerima dua penghargaan Rekor MURI Dunia bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Sabtu 4 Juli 2026.
Penghargaan diserahkan Direktur Operasional Museum Rekor Indonesia, Yusuf Ngadri, kepada Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., di Mapolda NTT. Penyerahan berlangsung disaksikan jajaran pimpinan Polda NTT, Bhayangkari Daerah NTT, praktisi USEFT, para terapis, dan tamu undangan lainnya.
Momentum tersebut menjadi penegasan atas komitmen Polda NTT menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan psikologis anggota kepolisian maupun masyarakat. Program kesehatan mental itu dikembangkan sebagai bagian dari pendekatan pelayanan kepolisian yang semakin humanis dan berorientasi kepada kebutuhan publik.
Dalam sambutannya, Yusuf Ngadri menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTT beserta seluruh jajaran atas pelaksanaan program yang dinilai menghadirkan terobosan pelayanan. " Sayamengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 sembari berharap Polri semakin profesional dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat." ucapnya.
Menurut Yusuf, proses verifikasi MURI menunjukkan pelayanan terapi kesehatan mental melalui metode USEFT dilaksanakan secara berkesinambungan sejak 12 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung serentak pada dua puluh dua satuan kerja di lingkungan Polda NTT dengan cakupan pelayanan sangat luas.
Hasil verifikasi mencatat sebanyak 11.663 anggota Polri dan masyarakat telah mengikuti terapi kesehatan mental melalui metode USEFT selama pelaksanaan program berlangsung. Jumlah peserta tersebut menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian MURI terhadap rekor yang akhirnya diberikan kepada Polda NTT.
Atas capaian tersebut, MURI menetapkan Polda NTT sebagai kepolisian daerah pertama yang menerapkan terapi kesehatan mental menggunakan metode USEFT bagi anggota dan masyarakat. Selain itu, Polda NTT juga dinobatkan sebagai penyelenggara terapi kesehatan mental secara seri dengan jumlah peserta terbanyak di dunia.
Yusuf menegaskan penghargaan tersebut diberikan setelah seluruh tahapan verifikasi memenuhi ketentuan yang ditetapkan Museum Rekor Indonesia terhadap pelaksanaan kegiatan berskala besar. Rekor itu sekaligus dicatat sebagai Rekor Dunia atas inovasi pelayanan kesehatan mental yang digagas Polda NTT.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko menyampaikan penghargaan tersebut dipandang sebagai hasil kerja bersama seluruh personel dan pihak yang terlibat. Menurutnya, penghargaan bukan menjadi tujuan utama, melainkan penanda hadirnya ikhtiar memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Ia menjelaskan program terapi kesehatan mental lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya kebutuhan pendampingan psikologis bagi anggota Polri maupun masyarakat luas. Tekanan pekerjaan dan tantangan kehidupan dinilai membutuhkan pendekatan pemulihan mental yang mudah diakses serta berkesinambungan.
Kapolda menilai anggota Polri yang memiliki kondisi mental sehat akan lebih mampu memberikan pelayanan publik secara profesional dan penuh empati. Kondisi tersebut diyakini turut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dalam menjalankan fungsi perlindungan dan pelayanan.
Karena itu, penguatan kesehatan mental ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional dan Presisi. Pendekatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Program terapi USEFT tidak hanya menyasar personel kepolisian, tetapi juga membuka ruang pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan kesehatan mental. Langkah tersebut memperlihatkan upaya Polda NTT memperluas makna pelayanan kepolisian hingga menyentuh aspek kesejahteraan psikologis warga.
Kapolda berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian rekor semata, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun kepedulian terhadap kesehatan mental. Ia mengajak semakin banyak anggota Polri menjadi pendengar, penolong, sekaligus penguat bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi berbagai unsur, termasuk praktisi USEFT, terapis, serta dukungan penuh dari jajaran Polda NTT selama rangkaian kegiatan berlangsung. Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong keberhasilan penyelenggaraan terapi secara luas dan berkesinambungan.
Rekor MURI Dunia itu kini menjadi catatan penting dalam perjalanan Polda NTT menghadirkan inovasi pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat. Keberhasilan tersebut diharapkan membuka ruang pengembangan program kesehatan mental serupa pada berbagai institusi pelayanan publik di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....