Jangan Takut Menghadapi Badai Kehidupan Pesan dalam Mimbar Agama Katolik RRI Ende
- 30 Jun 2026 21:21 WIB
- Ende
Poin Utama
- Yasinta Matro Situ mengatakan bahwa setiap orang pasti pernah mengalami "badai kehidupan", baik berupa persoalan keluarga, ekonomi, kesehatan, pekerjaan, maupun berbagai pergumulan lainnya.
- Ia menjelaskan bahwa sebagai orang beriman, setiap tantangan hendaknya dihadapi dengan penuh harapan dan keyakinan kepada Tuhan. Sebab, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, sekalipun mereka sedang berada dalam kesulitan.
- Kepedulian dan solidaritas menjadi wujud nyata kasih yang mampu meringankan beban mereka yang sedang menghadapi persoalan hidup.
RRI.CO.ID,Ende – Program Mimbar Agama Katolik yang disiarkan pada Selasa,30 Juni 2026, menghadirkan Yasinta Matro Situ, S.Ag, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende. Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat tema "Jangan Takut Menghadapi Badai Kehidupan" sebagai refleksi iman bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Yasinta Matro Situ mengatakan bahwa setiap orang pasti pernah mengalami "badai kehidupan", baik berupa persoalan keluarga, ekonomi, kesehatan, pekerjaan, maupun berbagai pergumulan lainnya. Menurutnya, situasi tersebut merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak dapat dihindari.
Ia menjelaskan bahwa sebagai orang beriman, setiap tantangan hendaknya dihadapi dengan penuh harapan dan keyakinan kepada Tuhan. Sebab, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, sekalipun mereka sedang berada dalam kesulitan. "Badai kehidupan memang dapat mengguncang iman dan harapan seseorang.
Namun, ketika kita tetap percaya kepada Tuhan, kita akan memperoleh kekuatan untuk melewati setiap persoalan yang datang," ujarnya. Yasinta juga mengajak umat Katolik agar tidak membiarkan rasa takut menguasai diri.
Sebaliknya, setiap kesulitan hendaknya dijadikan kesempatan untuk semakin memperkuat iman, membangun ketekunan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, banyak kisah dalam Kitab Suci menunjukkan bahwa Tuhan selalu hadir menyertai umat-Nya dalam setiap pergumulan.
Kehadiran Tuhan menjadi sumber penghiburan, kekuatan, dan harapan bagi setiap orang yang tetap setia kepada-Nya. Selain memperkuat hubungan dengan Tuhan melalui doa, umat juga diajak untuk membangun semangat saling mendukung di tengah keluarga, lingkungan, maupun komunitas.
Kepedulian dan solidaritas menjadi wujud nyata kasih yang mampu meringankan beban mereka yang sedang menghadapi persoalan hidup. Melalui tema tersebut, Yasinta berharap masyarakat tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan.
Sebaliknya, setiap kesulitan dapat menjadi sarana untuk semakin bertumbuh dalam iman, memiliki ketabahan, serta tetap optimistis menatap masa depan. Program Mimbar Agama Katolik diharapkan terus menjadi ruang pembinaan rohani yang menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan, serta memberikan motivasi bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....