Waspada Tawaran Kerja Luar Negeri di Medsos Rawan Penipuan

  • 29 Jun 2026 23:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang – BP3MI Nusa Tenggara Timur mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran pekerjaan di luar negeri yang beredar melalui media sosial tanpa verifikasi resmi. Imbauan tersebut disampaikan Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamidah, S.Sos., saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende dalam program Florata Pagi, Senin 29 Juni 2026, menyusul meningkatnya risiko penipuan dan penempatan kerja ilegal di era digital.

Menurutnya, kemudahan akses informasi saat ini sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan pekerjaan ke luar negeri secara ilegal yang berpotensi merugikan calon pekerja migran. Ia menegaskan, masyarakat harus memastikan setiap informasi lowongan kerja berasal dari sumber resmi agar tidak menjadi korban penipuan maupun tindak pidana perdagangan orang.

“Kami mengimbau masyarakat memastikan informasi yang diterima benar dan berasal dari sumber resmi agar tidak menjadi korban penipuan maupun perdagangan orang,” ujarnya.

Ia meminta calon pekerja migran untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja di kabupaten/kota masing-masing atau langsung ke BP3MI NTT sebelum mengambil keputusan bekerja ke luar negeri. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kelengkapan dokumen serta kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan negara tujuan sebagai syarat utama bekerja secara legal.

Menurutnya, perlindungan pekerja migran tidak hanya dilakukan saat keberangkatan, tetapi dimulai sejak tahap persiapan, meliputi pelatihan, pembekalan, pemeriksaan kesehatan, hingga pengurusan dokumen dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Ia berharap perlindungan tersebut juga berlanjut selama masa kerja hingga proses kepulangan ke daerah asal, termasuk pendampingan apabila terjadi permasalahan di negara penempatan.

Dia juga menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....