Modus TPPO Makin Terselubung, Warga Diminta Waspadai Tawaran Kerja Instan

  • 23 Agt 2026 18:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Nusa Tenggara Timur dinilai semakin terselubung dengan memanfaatkan tawaran pekerjaan bergaji tinggi dan proses keberangkatan yang cepat. Koordinator JPIC FMM Indonesia, Sr. Angela Marici, mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya kaum muda, perlu lebih kritis sebelum menerima tawaran pekerjaan.

Sr. Angela kepada RRI Kamis 13 Agustus 2026 mengatakan salah satu modus yang sering digunakan perekrut ilegal adalah menawarkan pekerjaan sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di luar daerah maupun luar negeri. Tawaran tersebut biasanya disertai iming-iming gaji tinggi dan proses keberangkatan yang mudah.

Menurutnya, desakan ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuat calon korban mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan tersebut. Kondisi itu diperparah ketika calon pekerja tidak terlebih dahulu memeriksa legalitas agen atau pihak yang menawarkan pekerjaan.

Sr. Angela juga mengingatkan bahwa pelaku atau perantara TPPO tidak selalu berasal dari orang yang tidak dikenal. Dalam sejumlah kasus, calon korban justru dapat direkrut oleh orang-orang yang berada di lingkungan terdekat.

"Sering kali yang membuat orang terjebak adalah para pelaku yang merupakan orang-orang dekat di sekitar kita," katanya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja yang menjanjikan gaji tinggi dengan proses keberangkatan cepat. Calon pekerja juga perlu memastikan legalitas perusahaan, agen penyalur, dokumen pekerjaan, serta negara atau daerah tujuan sebelum memutuskan untuk berangkat.

Ia menilai kewaspadaan sejak awal menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah masyarakat terjebak dalam praktik perdagangan orang. Edukasi mengenai modus TPPO juga perlu terus diperluas hingga ke keluarga dan lingkungan masyarakat agar calon korban dapat mengenali tanda-tanda perekrutan ilegal.

Sr. Angela mengajak masyarakat membangun kebiasaan untuk memeriksa setiap informasi pekerjaan secara kritis sebelum mengambil keputusan. Dengan demikian, tawaran pekerjaan yang terlihat menguntungkan tidak justru menjadi pintu masuk menuju praktik TPPO.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....