Project Desa SIAP Hadir di Manggarai, Fokus Pengasuhan Positif Anak Usia Dini

  • 29 Jun 2026 09:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai bersama Yayasan Plan International Indonesia resmi meluncurkan Project Desa SIAP (Strategi Integratif untuk Anak Usia Dini melalui Pengasuhan Positif/Integrative Strategies for Early Childhood through Positive Parenting) di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai.

Program kolaboratif tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kualitas pengasuhan anak usia dini melalui pendekatan pengasuhan positif, peningkatan kapasitas orang tua, serta penguatan layanan pendidikan dan kesehatan anak di tingkat desa.

Peluncuran program dibuka langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, didampingi Area Program Manager Yayasan Plan International Indonesia, Samuel Absalom Niap.

Turut hadir Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Manggarai, Ny. Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, para camat, kepala desa, pengurus PAUD, serta sejumlah pihak yang masuk dalam lokus program desa sehat di Kabupaten Manggarai.

Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menyampaikan apresiasi terhadap kemitraan jangka panjang antara Pemerintah Kabupaten Manggarai dan Plan International Indonesia yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, kehadiran berbagai program kolaboratif dari lembaga mitra sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan, terutama di tengah keterbatasan kapasitas anggaran daerah.

“Kita boleh berbicara tentang visi dan misi pembangunan, tetapi kalau anggaran terbatas, saya pastikan semuanya tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, masuknya berbagai program dari mitra pembangunan ke sejumlah wilayah menjadi langkah penting agar roda pembangunan bisa bergerak lebih cepat,” ujar Bupati Hery Nabit.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia, khususnya anak usia dini, menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045 dan menghadapi bonus demografi.

Menurutnya, momentum bonus demografi akan menjadi sia-sia apabila kualitas tumbuh kembang anak tidak dipersiapkan secara serius sejak usia dini.

“Apa yang kita jalankan bersama Plan International hari ini adalah investasi jangka panjang untuk membantu pertumbuhan sumber daya manusia. Hasilnya mungkin baru akan kita lihat 10 hingga 15 tahun ke depan. Karena itu, pengasuhan yang positif sangat penting bagi tumbuh kembang anak,” kata Bupati.

Bupati Hery juga meminta seluruh camat dan kepala desa agar mengawal secara serius implementasi program di lapangan sehingga seluruh PAUD dampingan dapat menjalankan kegiatan secara optimal dan berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai saat ini juga tengah mendorong pengembangan konsep PAUD Satu Atap guna melengkapi fasilitas pendidikan anak usia dini yang masih terbatas di sejumlah wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hery turut membocorkan agenda olahraga kemanusiaan “Jelajah Timur” yang direncanakan kembali digelar pada September 2026 mendatang.

Kegiatan lomba lari tersebut dirancang mengambil rute dari Aimere menuju Kota Ruteng, dengan hasil penggalangan dana yang nantinya akan disalurkan melalui Plan Indonesia untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Manggarai.

Sementara itu, Area Program Manager Yayasan Plan International Indonesia, Samuel Absalom Niap, menjelaskan bahwa peluncuran Project Desa SIAP merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis antara Plan Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Manggarai yang telah dibangun sejak tahun 2018.

Menurut Samuel, terdapat dua fokus utama dalam pengembangan program baru tersebut. Pertama, Project Desa SIAP yang berfokus pada penguatan pola pengasuhan positif bagi anak usia 0 hingga 6 tahun dengan melibatkan peran aktif orang tua dan lingkungan sekitar.

Kedua, pengembangan kapasitas (capacity building) untuk mendukung masa transisi anak dari jenjang PAUD menuju Sekolah Dasar (SD) melalui pengembangan model PAUD Satu Atap.

“Aspek yang diintervensi mencakup layanan kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, hingga penyediaan ruang bermain yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Samuel.

Ia menambahkan bahwa pada fase awal program sebelumnya, pihaknya melihat adanya perkembangan positif berupa meningkatnya keterlibatan para ayah dalam proses pengasuhan anak di rumah.

Plan International Indonesia menargetkan dampak signifikan dari program tersebut mulai terlihat dalam tiga tahun mendatang, terutama dalam peningkatan kualitas pengasuhan dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

“Harapan besar kami adalah PAUD dapat terhubung secara erat dan selaras dengan Sekolah Dasar. Dengan begitu, kita bisa membangun model wajib belajar 13 tahun yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Manggarai,” ungkap Samuel.

Usai seremoni peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman (sharing session) oleh para pengurus PAUD dampingan Plan International Indonesia di Kabupaten Manggarai terkait praktik pengasuhan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini di desa masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....