Aktivitas Pertanian Warga Lamba Keli Masih Terhenti Pasca Gempa
- 27 Agt 2026 14:33 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Aktivitas pertanian warga Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, terhenti pascagempa 15 Agustus 2026. Warga belum berani kembali ke kebun karena masih terjadi gempa susulan dan kondisi wilayah yang rawan longsor.
Kepala Desa Lamba Keli, Ferdinandez Budiman, mengatakan sebagian besar masyarakat menggantungkan kebutuhan hidup dari kegiatan pertanian. Namun, kondisi pascagempa membuat warga memilih bertahan di tenda pengungsian dan membatasi aktivitas di luar.
"Masyarakat sangat susah untuk berkebun atau bertani karena kondisi topografi juga masih rawan longsor. Mereka takut beraktivitas sehingga saat ini masih membutuhkan bantuan bahan makanan," ujar Ferdinandez pada Kamis 27 Agustus 2026.
Menurutnya, warga saat ini belum dapat menjalankan aktivitas seperti sebelum bencana terjadi. Selain khawatir terhadap longsor, masyarakat juga masih mengalami trauma akibat gempa dan gempa susulan yang masih dirasakan hingga kini.
Terhentinya aktivitas pertanian membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Kondisi tersebut semakin dirasakan masyarakat karena sebagian rumah mengalami kerusakan dan warga masih tinggal di tenda pengungsian.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga masih mengandalkan bantuan sembako dari pemerintah maupun berbagai pihak. Bantuan pangan dan air minum dibutuhkan selama masyarakat belum dapat kembali bekerja secara normal.
Pemerintah Desa Lamba Keli berharap kondisi segera aman sehingga warga dapat kembali ke kebun dan menjalankan aktivitas pertanian. Dukungan bantuan kebutuhan dasar juga diharapkan tetap diberikan hingga aktivitas masyarakat berangsur pulih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....