Suara Nusantara di Ndona Dorong Anak Muda Terlibat di Pertanian
- 29 Jun 2026 08:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Peran generasi muda dan pelestarian hutan adat menjadi sorotan dalam program Suara Nusantara yang digelar di Kantor Desa Manulondo, Kecamatan Ndona, Sabtu 27 Juni 2026. Dialog bertema “Pire Te’u dan Ketahanan Pangan: Menguatkan Pertanian Melalui Kearifan Lokal” itu membahas pentingnya menjaga tradisi lokal untuk mendukung keberlanjutan pertanian masyarakat.
Kegiatan hasil kerja sama Pemerintah Desa Manulondo bersama RRI Ende tersebut menghadirkan tokoh adat, penyuluh pertanian, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Diskusi berlangsung dengan membahas hubungan budaya lokal, pertanian, dan ketahanan pangan masyarakat.
Penyuluh Pertanian Kecamatan Ndona, Jamaludin Said, mengatakan generasi muda perlu diberikan ruang dan kesempatan yang sama dalam pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, keterlibatan anak muda penting agar pertanian memiliki penerus di tengah perkembangan zaman.
Ia menilai generasi muda memiliki kemampuan dan potensi besar apabila diberi kepercayaan serta dukungan yang memadai. Selain itu, anak muda dinilai lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian.
“Kalau diberikan kesempatan yang sama, saya pastikan generasi muda punya kompetensi dan kemampuan untuk punya cita-cita besar dalam proses pembangunan pertanian,” ujarnya.
Menurut Jamaludin, pendekatan budaya dan tradisi lokal seperti Pire Te’u dapat menjadi cara untuk menarik minat generasi muda terhadap dunia pertanian. Ia menilai nilai-nilai adat masih relevan dalam menjaga hubungan masyarakat dengan alam dan lahan pertanian.
Sementara itu, Mosalaki Ria Bewa Kampung Nuakota, Porterius Faustinus Kali, mengajak masyarakat untuk menjaga kawasan hutan adat yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat.
Menurutnya, kelestarian lingkungan dan hutan adat harus dipertahankan karena memiliki hubungan erat dengan sumber kehidupan masyarakat serta keberlanjutan pertanian lokal.
“Tapi dari sini saya mengajak semua kaum muda dan masyarakat yang ada, kita sama-sama menjaga kawasan hutan adat yang ada,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak merusak lingkungan dan tetap menjaga kesucian kawasan adat yang diwariskan leluhur. Menurutnya, menjaga alam berarti menjaga kehidupan masyarakat di masa depan.
Program Suara Nusantara tersebut menjadi ruang diskusi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah dalam memperkuat pertanian berbasis budaya lokal. Selain membahas ketahanan pangan, kegiatan itu juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dan pelestarian lingkungan dalam menjaga keberlanjutan pertanian masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....