42 Anak Nanganesa Terima Komuni Pertama Penuh Sukacita
- 10 Agt 2026 17:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak 42 anak dari delapan lingkungan di wilayah Nanganesa, Kecamatan Ndona, menerima Sakramen Komuni Pertama di Gereja Katolik Stasi Santo Sebastianus Martir Nanganesa, Paroki Santa Maria Immakulata Ndona, Keuskupan Agung Ende.
Perayaan sakramen tersebut berlangsung penuh sukacita melalui Misa Kudus yang dipimpin Pastor Paroki Santa Maria Immakulata Ndona, RD. Ambrosius Nanga, didampingi dua konselebran, RD. Rion Mbango dan RD. Fabianus Masi. Pada minggu 9 Agustus 2026
RD. Ambrosius Nanga mengatakan, penerimaan Komuni Pertama merupakan buah dari proses pendampingan yang berlangsung cukup panjang. Para anak sebelumnya mendapat pembinaan di sekolah, stasi, lingkungan, hingga komunitas umat basis (KUB) bersama para pendamping dan orang tua.
Menurut RD. Ambrosius, Komuni Pertama menjadi momentum sukacita karena 42 anak tersebut kini memasuki tahap persekutuan yang lebih erat dengan Kristus melalui penerimaan Ekaristi. Ia menegaskan, setelah menerima Komuni Pertama, anak-anak dapat menerima Komuni dalam setiap perayaan Ekaristi yang mereka ikuti.
“Mulai hari ini dan hari-hari ke depan mereka juga akan menerima Komuni di mana saja mereka mengikuti perayaan Ekaristi,” ujar RD. Ambrosius. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak berhenti mendampingi anak karena perjalanan iman mereka masih panjang dan usia mereka masih berada pada tahap sekolah dasar.
RD. Ambrosius menjelaskan, tahun ini penerimaan Komuni Pertama sengaja dilaksanakan di masing-masing stasi sebagai bentuk perhatian khusus bagi seluruh komunitas umat. Menurutnya, meski orang tua sempat diliputi harap-harap cemas menunggu kepastian pelaksanaan, hal terpenting adalah memastikan anak tetap menjadi subjek utama dalam proses pembinaan iman.
Mewakili 42 anak, Pankrasius Kilian Rangga mengatakan, bimbingan yang diterima membuat mereka memahami bahwa roti yang diterima dalam Komuni bukan sekadar roti biasa, melainkan Yesus Kristus yang hadir dan tinggal dalam hati mereka. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang sejak kecil memperkenalkan mereka kepada Tuhan melalui doa, tanda salib, serta kebiasaan mengikuti perayaan Ekaristi.
Kilian mengajak seluruh teman yang menerima Komuni Pertama untuk terus saling mengasihi, berjalan bersama sebagai saudara, dan saling mendukung dalam perjalanan iman. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi awal bagi mereka untuk semakin dekat dengan Tuhan dan sesama.
Sementara itu, perwakilan orang tua, Edelbertus Dedi, menyebut penerimaan Komuni Pertama sebagai momen penuh berkat yang patut disyukuri bersama. Ia mengapresiasi para fungsionaris pastoral di tingkat KUB, pendamping, dan pembina stasi yang telah terlibat dalam proses pembinaan anak-anak.
Dedi juga mengajak para orang tua untuk terus menjadi pendamping utama bagi anak dengan memahami keunikan masing-masing dalam proses tumbuh kembang. Menurutnya, perbedaan karakter anak harus diterima dengan bijak sekaligus menjadi kesempatan bagi orang tua untuk menunjukkan peran dalam mengasuh dan membentuk pribadi anak ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....