PLN UIP Nusra Mulai Bangun Akses Jalan 7,2 Kilometer di Satar Mese
- 27 Jun 2026 16:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mulai pembangunan sekaligus pelebaran akses jalan sepanjang 7,2 kilometer menuju lokasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai.
Pekerjaan yang dimulai sejak awal Juni 2026 tersebut dilakukan guna mendukung pengembangan energi baru terbarukan di Pulau Flores, sekaligus membuka akses konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah sekitar proyek.
Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulumbu PT PLN (Persero) UPP Nusra 2, Roya Ginting, mengatakan pembangunan akses jalan merupakan tahapan strategis untuk menunjang seluruh aktivitas pengembangan proyek PLTP Ulumbu Unit 5.
“Peningkatan dan pelebaran jalan ini dilakukan untuk mendukung mobilisasi personel, material, dan peralatan menuju area pengembangan proyek. Infrastruktur ini juga menjadi bagian dari persiapan pekerjaan konstruksi lanjutan, termasuk pembangunan wellpad yang nantinya digunakan sebagai lokasi pengeboran sumur panas bumi,” ujarnya saat menghadiri kegiatan penanaman bibit tanaman produktif melalui program Agroforestry Hetero di Desa Wewo, Rabu 24 Juni 2026.
Menurut Ginting, keberadaan akses jalan yang memadai akan memperlancar distribusi logistik dan peralatan proyek sehingga tahapan konstruksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Selain menunjang pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5, infrastruktur tersebut juga diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas warga, konektivitas antarwilayah, serta membuka akses ekonomi di Kecamatan Satar Mese.
Dalam pelaksanaannya, Ginting menyebut, PT PLN (Persero) UIP Nusra turut melibatkan tenaga kerja lokal yang berasal dari masyarakat adat Desa Wewo. Keterlibatan warga setempat menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat ekonomi secara langsung melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Sebelum pekerjaan dimulai, PLN juga telah melaksanakan kegiatan Pra-Free, Prior and Informed Consent (Pra-FPIC) atau sosialisasi terkait pembangunan akses jalan dan persiapan infrastruktur proyek.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah gendang masyarakat adat Desa Wewo yang meliputi Gendang Bangka, Gonggor, Goling, Lale, Naput, Nege, Umung, dan Wewo, serta di Kantor Kecamatan Satar Mese. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus upaya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di wilayah proyek.
Pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5 merupakan bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia. Proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Flores sekaligus mendukung target bauran energi nasional.
Selain itu, kehadiran proyek panas bumi tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Manggarai. Ginting menambahkan, seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelestarian lingkungan.
“PLN terus berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur energi dan pelestarian lingkungan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah proyek,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....