Ketua TP PKK Manggarai Dorong Anak Muda Bangun Rekam Jejak lewat Aksi Iklim
- 25 Jun 2026 20:03 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Marcelina Hagur Nabit, mendorong generasi muda penerima Dana Hibah Aksi Iklim Lokal untuk aktif membangun rekam jejak profesional melalui keterlibatan dalam berbagai program lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Meldyanti saat memberikan materi umum pada kegiatan Pelatihan Penerima Dana Hibah Aksi Iklim Lokal (IKI Small Grants) yang diselenggarakan Yayasan Plan International Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai, Jumat 19 Juni 2026 yang lalu.
Menurut Meldyanti, keterlibatan kaum muda dalam program aksi iklim tidak hanya sebatas menjalankan kegiatan sosial atau lingkungan, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk meningkatkan kapasitas diri, pengalaman profesional, hingga membuka peluang pengembangan karier akademik.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan lembaga internasional, termasuk dukungan Pemerintah Jerman melalui Yayasan Plan International Indonesia, memiliki standar pelaksanaan dan pelaporan yang harus dijalankan secara disiplin.
Namun demikian, berbagai tuntutan tersebut justru harus dipandang sebagai proses pembelajaran untuk membangun profesionalisme, tanggung jawab, serta kemampuan tata kelola program yang baik.
“Hubungan antara penyelenggara dan peserta adalah hubungan timbal balik yang saling menguatkan. Tugas kami sebagai pembimbing adalah memfasilitasi proses pembelajaran. Kita berada dalam ruang kolaborasi, di mana semua pihak belajar dan berkembang bersama,” ujar Meldyanti.
Bunda PAUD Kabupaten Manggarai itu menegaskan, pengalaman dalam program aksi iklim dapat menjadi bagian penting dalam membangun track record atau rekam jejak generasi muda.
“Keterlibatan dalam kegiatan seperti ini bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah program, tetapi bagaimana adik-adik membangun cerita, pengalaman, dan portofolio yang nantinya menjadi modal untuk melangkah lebih jauh,” katanya.
Menurutnya, pengalaman dalam isu global seperti mitigasi perubahan iklim dapat memperkuat portofolio, khususnya bagi mahasiswa maupun lulusan perguruan tinggi yang ingin melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Meldyanti juga membagikan pengalaman pendampingan sejumlah program kepemudaan yang berhasil melahirkan inovasi lokal berdampak ekonomi. Salah satunya pengembangan budidaya tanaman nilam (patchouli) di Manggarai yang kemudian diolah menjadi produk minyak atsiri bernilai jual.
Ia menilai, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa aksi kecil di tingkat lokal dapat membuka peluang yang lebih luas apabila dikelola secara serius, terdokumentasi dengan baik, dan dikomunikasikan secara tepat.
“Banyak hal besar berawal dari kerja kecil di tingkat lokal. Ketika dikelola dengan baik, didokumentasikan, dan dikomunikasikan, maka karya tersebut dapat membuka perjalanan profesional dan peluang yang lebih luas,” ungkapnya.
Di akhir pemaparannya, Meldyanti menekankan pentingnya kontribusi generasi muda dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Ia mengajak para peserta mulai mendokumentasikan seluruh proses, pengalaman, dan capaian program melalui berbagai platform digital.
Selain itu, para penggerak muda juga didorong untuk mulai membangun akun profesional, termasuk LinkedIn, sebagai ruang memperluas jejaring sekaligus menampilkan pengalaman kerja dan kontribusi mereka dalam isu lingkungan.
“Jangan biarkan pengalaman baik yang sudah dilakukan berhenti sebagai cerita pribadi. Dokumentasikan dan bangun rekam jejak digital, sehingga apa yang dikerjakan anak muda Manggarai dapat dikenal lebih luas,” tutur Meldyanti.
Menurutnya, dokumentasi digital yang baik akan membantu memperkenalkan kapasitas dan kontribusi generasi muda Manggarai ke jejaring yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui penguatan kapasitas, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital, para penggerak muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata dalam upaya penanganan perubahan iklim di Kabupaten Manggarai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....