Bahasa Asing Harus Perkuat Identitas Indonesia
- 26 Jun 2026 14:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Meningkatnya penggunaan bahasa asing di media sosial dinilai tidak boleh membuat generasi muda kehilangan kebanggaan terhadap bahasa dan budaya Indonesia. Penguasaan bahasa global justru perlu dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas bangsa ke dunia internasional.
Dosen Bahasa Inggris STAIM Ende, Yuska Nadira, menyampaikan pandangan tersebut saat wawancara dalam segmen OBRAS (Obrolan SPADA) Pro 2 RRI Ende, Senin (8/6/2026). Ia menilai perkembangan teknologi dan media digital telah mempercepat masuknya berbagai istilah asing ke dalam kehidupan sehari-hari generasi muda.
Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris merupakan kebutuhan penting di era global karena membuka akses terhadap pendidikan, informasi, dan peluang internasional. Namun, kemampuan tersebut harus dibarengi kesadaran untuk tetap menjaga identitas kebangsaan.
Yuska menyoroti masih adanya anggapan bahwa aksen daerah merupakan hambatan saat berbicara dalam bahasa Inggris. Padahal, aksen justru menjadi penanda kekayaan budaya dan latar belakang seseorang.
Ia menegaskan generasi muda tidak perlu malu menggunakan identitas lokal saat berinteraksi di ruang global. Penguasaan bahasa asing tidak berarti meninggalkan bahasa ibu maupun budaya daerah yang dimiliki.
Menurutnya, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memproduksi konten digital tentang budaya Indonesia menggunakan bahasa Inggris. Cara tersebut dinilai efektif untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap bangsa sendiri.
Di tengah arus globalisasi digital, kemampuan menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap dunia dan kecintaan terhadap identitas nasional menjadi modal penting bagi generasi muda Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....