BMKG Imbau Warga Waspada Potensi Kebakaran Lahan di Manggarai Barat
- 25 Jun 2026 13:31 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Komodo mengimbau masyarakat Kabupaten Manggarai Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan seiring masuknya musim kemarau di wilayah tersebut.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Seran, mengatakan secara klimatologis wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Manggarai Barat, telah memasuki musim kemarau sejak pertengahan April 2026.
Menurutnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal akibat pengaruh dinamika atmosfer global yang berdampak pada berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.
“Puncak musim kemarau di Manggarai Barat diperkirakan akan terjadi pada September mendatang. Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini terhadap berbagai dampak yang mungkin terjadi,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Labuan Bajo, Kamis, 25 Juni 2026.
Lebih lanjut, Maria menyampaikan, musim kemarau ditandai dengan menurunnya curah hujan, meningkatnya suhu udara, serta berkurangnya kelembapan yang menyebabkan vegetasi dan lahan menjadi lebih kering sehingga mudah terbakar.
Ia menambahkan, kawasan Labuan Bajo memiliki risiko kebakaran lahan yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lain karena didominasi oleh hamparan savana dan padang rumput kering. Kondisi tersebut diperparah dengan angin kencang yang umum terjadi selama musim kemarau.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa hujan ringan yang masih sesekali turun di Labuan Bajo tidak berarti wilayah tersebut belum memasuki musim kemarau. Hujan yang terjadi umumnya bersifat lokal akibat pengaruh topografi dan suhu permukaan laut yang masih hangat di sekitar wilayah tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG Komodo telah berkoordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), serta Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPLBF), guna mengurangi risiko dampak musim kemarau, termasuk potensi kekeringan dan kebakaran lahan.
Selain itu, pihaknya juga mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan, di antaranya tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area savana maupun perbukitan wisata, serta menggunakan air bersih secara bijak.
Adapun, para petani diharapkan dapat menyesuaikan pola tanam dan memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca kering.
“Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan kepada instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas,” kata Maria.
BMKG berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran lahan selama musim kemarau demi menjaga keselamatan lingkungan, kawasan wisata, serta ketersediaan sumber daya air di Manggarai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....