Tak Sekadar Padamkan Api, Damkar Ende Ajak Anak Muda Melek Kebencanaan
- 24 Jun 2026 15:05 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende– Pemadam Kebakaran Kabupaten Ende mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan dan risiko kebakaran yang dapat terjadi kapan saja. Ajakan tersebut disampaikan seiring meningkatnya kebutuhan edukasi kebencanaan di tengah masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi dan media sosial.
Analis Kebakaran Ahli Muda Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ende, Bonifasius Riin Loka, S.STP, mengatakan kepedulian sosial menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pencegahan kebakaran dan penyelamatan korban saat terjadi keadaan darurat.
Dalam program Obrolan Spada Tanggap Bencana (OBRAS) Pro 2 RRI Ende pada hari Rabu 24 Juni 2026 bertema Kenali Risiko, Cegah Kebakaran, Bonifasius mengingatkan generasi muda agar tidak bersikap apatis terhadap kondisi di sekitar mereka,ujarnya.
Menurutnya, perkembangan media sosial dan teknologi sering membuat masyarakat lebih fokus pada aktivitas digital dibandingkan memperhatikan lingkungan sekitar. Padahal, kepekaan terhadap situasi di sekitar dapat membantu mencegah maupun meminimalkan dampak suatu bencana.
Selain menjalankan tugas pemadaman kebakaran, Damkar Ende saat ini juga memiliki fungsi penyelamatan atau rescue. Tugas tersebut mencakup berbagai kejadian yang membahayakan keselamatan masyarakat sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 16 Tahun 2020.
Bonifasius menjelaskan bahwa masyarakat dapat melaporkan berbagai kondisi darurat kepada petugas pemadam kebakaran. Laporan dapat disampaikan melalui telepon maupun media sosial resmi Damkar Ende yang aktif digunakan untuk melayani masyarakat.
Saat menghadapi kebakaran, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dan mengutamakan keselamatan jiwa. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyelamatkan diri, memperingatkan orang di sekitar lokasi, serta membantu kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilita,ucapnya.
Ia menambahkan apabila api masih dalam skala kecil, masyarakat dapat melakukan pemadaman awal sesuai prosedur keselamatan. Namun jika api mulai membesar, warga diminta segera menghubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Untuk wilayah Kota Ende, Damkar memiliki standar waktu tanggap maksimal 15 menit sejak laporan diterima.
Selain penanganan darurat, Damkar Ende juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan sekolah. Sejumlah PAUD, TK, hingga sekolah menengah telah mengikuti program pengenalan profesi pemadam kebakaran, simulasi keselamatan, serta wisata edukasi menggunakan mobil pemadam kebakaran, katanya.
Ia berharap pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi sekolah maupun komunitas yang ingin mendapatkan sosialisasi mitigasi kebakaran. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam upaya pencegahan sehingga tercipta masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi risiko kebakaran, tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....