Damkar Ende Ungkap Penyebab Kebakaran Terbanyak Berawal dari Kelalaian
- 24 Jun 2026 16:10 WIB
- Ende
RRI.RRI.CO.ID,Ende – Angka kebakaran di Kabupaten Ende mengalami penurunan sepanjang 2026, namun ancamannya masih tergolong serius karena sebagian besar kasus dipicu oleh kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemadam Kebakaran Kabupaten Ende yang terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi dan pencegahan kebakaran.
Analis Kebakaran Ahli Muda Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ende, Bonifasius Riin Loka, S.STP, mengatakan hingga pertengahan tahun 2026 pihaknya telah menangani lima kasus kebakaran. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai delapan kasus, saat di Wawancarai oleh PRO 2 RRI Ende.
Meski menunjukkan tren penurunan, Bonifasius menegaskan risiko kebakaran tetap tinggi karena dapat mengakibatkan kerugian materi hingga korban jiwa. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian terjadi di kawasan Jalan Perwira, belakang Toko Grosir Pelita, yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia.
Menurutnya, peristiwa tersebut diduga berawal dari air hujan yang menetes ke meteran listrik akibat kondisi rumah yang bocor. Percikan api yang muncul kemudian memicu kebakaran dan menimbulkan korban jiwa.
Selain instalasi listrik yang bermasalah, sejumlah kebiasaan masyarakat juga dinilai berpotensi memicu kebakaran. Mulai dari penggunaan colokan listrik secara berlebihan, mengisi daya telepon genggam di atas kasur, hingga penggunaan peralatan listrik yang telah melewati masa pakainya.
Bonifasius mengungkapkan pihaknya pernah menangani kasus kebakaran yang dipicu penggunaan satu colokan untuk mengisi beberapa telepon genggam sekaligus. Kondisi tersebut menyebabkan panas berlebih dan memunculkan percikan api yang menjalar ke material mudah terbakar.
Tak hanya itu, masyarakat yang masih menggunakan kompor sumbu juga diminta lebih berhati-hati. Kebiasaan mencabut penahan sumbu saat mengganti sumbu kompor dapat menciptakan rongga yang memungkinkan api menjalar ke bahan bakar minyak tanah dan memicu ledakan, katanya.
Untuk mengurangi risiko kebakaran, masyarakat diimbau menggunakan peralatan berstandar serta memastikan instalasi listrik dipasang oleh tenaga profesional. Pemeriksaan rutin terhadap kabel, stopkontak, dan perangkat elektronik juga perlu dilakukan agar potensi korsleting dapat dideteksi lebih awal.
Ia berharap masyarakat tidak lagi menganggap remeh persoalan keselamatan rumah tangga. Menurutnya, sebagian besar kebakaran bermula dari hal-hal kecil yang sering diabaikan, namun dapat berujung pada kerugian besar dan mengancam nyawa, tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....