Transformasi Madrasah Dimulai dari Cinta Kemenag Ende Latih 92 Guru
- 23 Jun 2026 07:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak 92 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari berbagai madrasah di Kabupaten Ende mengikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta Terintegrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang digelar di MIN 1 Ende, Senin 22 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kementerian Agama Kabupaten Ende dalam memperkuat transformasi pendidikan madrasah yang berorientasi pada pembentukan karakter dan pembelajaran yang bermakna.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon. Workshop diikuti perwakilan guru MI se-Kabupaten Ende sebagai upaya meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Dalam arahannya, Nikolaus Nama Payon menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan paradigma pendidikan yang menempatkan nilai kemanusiaan, kasih sayang, penghormatan terhadap martabat peserta didik, dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama proses belajar mengajar. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual.
Ia mengatakan, implementasi kurikulum tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan yang memanusiakan manusia. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, peserta didik didorong untuk memahami materi secara lebih reflektif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Ende didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam Hadisyafani Mapawa, Pengawas Madrasah Muhammad Rivai, Kepala MIN 1 Ende Intan Ibrahim, serta Wakil Kepala Madrasah Mansyur Kasim. Kehadiran para pemangku kepentingan pendidikan madrasah menunjukkan dukungan terhadap penguatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Ende.
Workshop menghadirkan materi tentang konsep dasar Kurikulum Berbasis Cinta, penyusunan perangkat pembelajaran, hingga strategi penerapan pembelajaran mendalam di kelas. Para peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi dan berbagi praktik baik guna memperkuat implementasi kurikulum di satuan pendidikan masing-masing.
Menurut Nikolaus, guru memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan di madrasah. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil workshop secara nyata di madrasah masing-masing sehingga Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar hadir dalam setiap proses pembelajaran. Dengan demikian, madrasah mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Keterangan Foto: Kepala Kemenag Ende Nikolaus Nama Payon bersama peserta Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam di MIN 1 Ende, Senin (22/6/2026). (Foto: Humas Kemenag Ende)
Kata Kunci: Kemenag Ende, Kurikulum Berbasis Cinta, Madrasah Ibtidaiyah, Guru MI, Pendidikan Madrasah, Deep Learning.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....