Kasus Stunting di Flotim Masih Tinggi, Wabup Minta Optimalkan Kolaborasi Lintas Sektor
- 19 Jun 2026 16:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, menyoroti tingginya angka mortalitas dan kasus stunting di Kabupaten Flores Timur saat membuka kegiatan Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas di Aula Gelekat Nara Larantuka, Rabu 17 Juni 2026. Menurutnya, tantangan kesehatan di Flores Timur semakin kompleks akibat kondisi geografis kepulauan hingga dampak aktivitas gunung berapi.
Dalam sambutannya, Wabup Ignas menyebut persoalan kesehatan yang dihadapi daerah saat ini mencakup tingginya angka kematian, masalah kesehatan ibu dan anak, hingga stunting yang mencapai sekitar 18 persen atau berkisar dua ribu bayi. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.
Ia juga menyinggung dampak perubahan iklim dan aktivitas vulkanik yang ikut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah. Tantangan tersebut dinilai semakin berat bagi tenaga kesehatan yang bertugas di daerah kepulauan.
Menurut Ignas Uran, pembangunan sektor kesehatan tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah dan masyarakat harus terlibat aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Pembangunan sektor kesehatan bukanlah tanggung jawab parsial Dinas Kesehatan semata, melainkan komitmen kolektif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Wabup menjelaskan, transformasi pelayanan kesehatan yang sedang dijalankan pemerintah berfokus pada pelayanan kesehatan primer dan komunitas. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat serta lebih aktif menjaga lingkungan dan kesehatannya.
Ia berharap forum penguatan lintas program dan lintas sektor tersebut mampu menghasilkan langkah konkret dalam penanganan persoalan kesehatan di Flores Timur. Menurutnya, koordinasi antarinstansi sangat penting untuk mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Flores Timur, Joria Parmin, mengatakan implementasi pelayanan kesehatan primer di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat, kesenjangan akses layanan kesehatan, dan belum optimalnya keterlibatan sektor non-kesehatan.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan perangkat daerah terkait, para camat se-Kabupaten Flores Timur, serta kepala puskesmas. Pemerintah daerah berharap sinergi lintas sektor dapat memperkuat pembangunan kesehatan di Flores Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....