Kemenag Sikka Perkuat Edukasi Pranikah untuk Cegah Stunting dan Turunkan AKI-AKB
- 18 Jun 2026 21:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Kantor Kemenag Kabupaten Sikka menegaskan komitmennya menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting serta penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui penguatan edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, saat menjadi narasumber pada kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka di Aula Hotel Wailiti, Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam pemaparannya, Yosef menekankan bahwa pencegahan stunting dan berbagai risiko kesehatan ibu serta bayi harus dimulai sejak masa pranikah. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, dan perencanaan keluarga sehat merupakan langkah strategis untuk melahirkan generasi yang berkualitas sekaligus menekan risiko kehamilan berisiko.
“Kita harus bergerak dari hulu. Ketika calon pengantin memahami kesehatan reproduksi, pentingnya pemenuhan gizi, serta perencanaan keluarga yang sehat, maka risiko kematian ibu dan bayi serta stunting dapat dicegah sejak awal,” tegas Yosef di hadapan tenaga kesehatan dari 21 kecamatan yang mengikuti kegiatan tersebut.
Yosef menjelaskan, Kementerian Agama memiliki peran strategis melalui Kantor Urusan Agama (KUA) dan jaringan penyuluh agama lintas agama yang menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput. Melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Pusaka Sakinah, aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil), serta Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Kemenag terus memperkuat edukasi kesehatan reproduksi dan pembangunan keluarga berkualitas.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka stunting, AKI, dan AKB membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Kemenag Sikka terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan, BKKBN, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para penyuluh agama. Melalui berbagai program yang terus diperkuat, Kemenag berharap mampu mewujudkan keluarga yang sehat dan tangguh sebagai fondasi lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Ketika keluarga dibangun dengan kesiapan yang baik, maka kita tidak hanya menyelamatkan ibu dan anak, tetapi juga sedang menyiapkan masa depan Kabupaten Sikka yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera,” kata Yosef
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....