BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan NTT
- 13 Jun 2026 21:15 WIB
- Ende
Poin Utama
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Prigan Jundan Wisanggeni, mengatakan gelombang sedang berpotensi
- BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, untuk selalu memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut.
RRI.CO.ID, Ende – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 13 Juni 2026.
Kondisi tersebut berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di kawasan perairan terdampak.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Prigan Jundan Wisanggeni, mengatakan gelombang sedang berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Alor, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan timur Rote, serta kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain gelombang tinggi, kondisi cuaca maritim di wilayah perairan NTT umumnya diprakirakan cerah berawan dengan arah angin bertiup dari timur laut hingga tenggara. Kecepatan angin berkisar antara 11 hingga 46 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, untuk selalu memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut.
Masyarakat juga diminta menunda pelayaran apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman akibat angin kencang maupun gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....