Tenun Ende Menembus Malaysia, Didorong Inovasi Desain dan Digitalisasi Pasar

  • 11 Jun 2026 15:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Berawal dari hobi menjahit saat masih duduk di bangku SMA, Fitria Fatmawati Pua berhasil mengembangkan Fitri Tailor menjadi usaha yang dikenal hingga berbagai daerah di Indonesia bahkan menembus pasar Malaysia. Kreativitas dalam memodifikasi busana tenun Ende menjadi desain yang lebih modern menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

Kisah perjalanan usahanya dibagikan dalam program Santai Siang Muda Kreatif Pro 2 RRI Ende, Kamis 11 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Fitri menceritakan ketertarikannya pada dunia tata busana yang mulai tumbuh sejak masa sekolah dan terus berkembang hingga menjadi profesi yang digelutinya saat ini.

Usaha menjahit yang dirintisnya mulai berjalan serius pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020. Saat itu ia memanfaatkan peluang dengan memproduksi masker kain yang banyak dibutuhkan masyarakat, sebelum akhirnya menerima berbagai pesanan pakaian lainnya, ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, jenis pesanan yang diterima semakin beragam, mulai dari seragam sekolah, tunik, busana tenun, hingga gaun pengantin. Kondisi tersebut membuat Fitri semakin yakin untuk menekuni dunia jahit sebagai usaha yang dapat terus berkembang.

Menurut Fitri, persaingan usaha jahit yang semakin ketat menjadi tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu, ia terus menghadirkan inovasi dengan menciptakan model pakaian yang berbeda dan mengikuti perkembangan tren tanpa meninggalkan ciri khas lokal.

Salah satu produk yang kini banyak diminati pelanggan adalah busana Ende modern berbahan tenun. Ia melakukan berbagai modifikasi pada bagian kerah, lengan, dan detail lainnya agar pakaian terlihat lebih modis serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini, ucapnya.

Selain mengutamakan desain, kualitas jahitan menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan yang dikerjakannya. Ia ingin setiap pelanggan mendapatkan hasil yang rapi, nyaman digunakan, dan memiliki daya tahan yang baik sehingga dapat memberikan kepuasan jangka panjang.

Perkembangan Fitri Tailor semakin pesat setelah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Melalui unggahan yang menampilkan proses menjahit mulai dari pembuatan pola, pemotongan kain hingga hasil akhir, usahanya berhasil menarik perhatian banyak pelanggan dari berbagai daerah.

Saat ini pelanggan Fitri Tailor tidak hanya berasal dari Kabupaten Ende, tetapi juga dari Maumere, Manggarai, Labuan Bajo, Kupang, Batam, Kalimantan, hingga Malaysia. Menurutnya, media sosial membuka peluang pasar yang lebih luas sehingga masyarakat yang sebelumnya tidak mengenal usahanya kini dapat dengan mudah menemukan dan memesan produknya secara daring, katanya.

Di akhir dialog, Fitri mengajak generasi muda untuk berani memulai usaha tanpa harus menunggu kondisi yang sempurna. Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang diraihnya saat ini berawal dari langkah kecil, kerja keras, dukungan keluarga, serta kemauan untuk terus belajar dan berinovasi dalam mengembangkan potensi yang dimiliki, tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....