Festival Band Pelajar Uniflor Jadi Panggung Musisi Muda dan Karya Orisinal

  • 11 Jun 2026 15:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Universitas Flores (Uniflor) akan menggelar Festival Band Pelajar bertajuk Sound of Gen-Z: Music, Message, Movement pada 17 hingga 19 Juli 2026 di Kampus I Universitas Flores. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi musik, tetapi juga sebagai ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas dan karya-karya orisinal mereka.

Ketua Panitia Festival Band Pelajar, Dr. Mukhlis A. Mukhtar, S.T., M.T., mengatakan festival tersebut lahir dari keprihatinan terhadap minimnya ruang ekspresi bagi pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang musik. Menurut Mukhlis, dalam beberapa tahun terakhir kegiatan festival musik bagi pelajar di Kabupaten Ende relatif jarang diselenggarakan.

Karena itu, Universitas Flores berinisiatif menghadirkan sebuah wadah bagi pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang musik. Wadah tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya talenta-talenta baru di bidang seni musik.

"Kegiatan ini dalam rangka mewadahi minat dan bakat pelajar. Beberapa tahun terakhir cukup jarang ada festival musik, sehingga kami berharap kegiatan ini dapat merangsang teman-teman pelajar untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di bidang musik," ujarnya saat konferensi pers, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan, festival tersebut terbuka bagi pelajar SMA, SMK, dan MA berusia 15 hingga 18 tahun. Peserta tidak harus berasal dari sekolah yang sama, tetapi dapat membentuk grup band lintas sekolah sesuai komunitas yang telah mereka bangun.

Mukhlis menambahkan, panitia menargetkan sedikitnya 20 grup band pelajar untuk mengikuti festival tersebut. Para peserta diharapkan berasal dari Kabupaten Ende maupun daerah sekitarnya sepropinsi NTT.

Sementara itu, Koordinator Seksi Acara Festival Band Pelajar, Oston Gadi Kapo, mengatakan festival ini menjadi upaya mendorong lahirnya generasi musisi muda yang kreatif di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Menurutnya, saat ini anak muda perlu diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan karya asli mereka agar tidak hanya menjadi penikmat teknologi, tetapi juga menjadi pencipta karya yang bernilai.

"Musik tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi harus menjadi sarana untuk membangun karakter dan kreativitas generasi muda. Karena itu kami mewajibkan setiap grup mengirimkan satu karya lagu ciptaan sendiri," kata Oston.

Ia menjelaskan, selain kompetisi penampilan secara langsung di atas panggung, panitia juga membuka kategori khusus secara daring melalui platform TikTok. Setiap grup peserta diwajibkan mengirimkan video lagu hasil karya mereka sendiri sebagai syarat mengikuti kompetisi.

Video tersebut akan dipublikasikan melalui akun resmi Universitas Flores. Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah interaksi yang diperoleh dari masyarakat di media sosial.

"Kami ingin karya anak-anak muda ini tidak hanya dikenal di Ende, tetapi juga bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui media sosial. Karena itu ada kategori Viral TikTok dengan hadiah tersendiri," ujarnya.

Festival tersebut menyediakan total hadiah sebesar Rp25 juta. Selain hadiah bagi para juara utama, panitia juga menyiapkan penghargaan khusus kategori Viral TikTok senilai Rp5 juta untuk karya yang memperoleh respons tertinggi dari publik.

Selain kompetisi band, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan pentas seni budaya yang melibatkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Flores, pameran program studi, serta talkshow yang direncanakan menghadirkan tokoh atau pembicara tingkat nasional. Melalui festival ini, Universitas Flores berharap dapat melahirkan lebih banyak musisi muda berbakat sekaligus memperkuat ekosistem musik kreatif di Kabupaten Ende dan wilayah Flores pada umumnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....