Menjadi Terang dan Garam di Tempat Kita Berada
- 10 Jun 2026 09:25 WIB
- Ende
Poin Utama
- Veronika menegaskan bahwa panggilan menjadi terang dan garam merupakan tugas setiap orang beriman.
- “Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi terang yang menerangi lingkungan sekitar melalui perkataan dan perbuatan yang mencerminkan kasih, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
- Melalui tema “Menjadi Terang dan Garam di Tempat Kita Berada”, Veronika mengajak umat untuk tidak ragu menunjukkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
RRI.CO.ID,Ende – Umat Katolik diajak untuk menjadi pribadi yang mampu menghadirkan terang dan garam di tengah kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan oleh Veronika Nggelo, S.Ag.,Penyuluh agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, dalam program Mimbar Agama Katolik yang disiarkan pada Selasa,9 Juni 2026.
Dalam refleksinya, Veronika menegaskan bahwa panggilan menjadi terang dan garam merupakan tugas setiap orang beriman. Terang melambangkan kehadiran yang membawa kebaikan, kebenaran, dan harapan bagi sesama.
Sementara itu garam melambangkan kemampuan untuk memberi cita rasa dan menjaga nilai-nilai kehidupan yang baik. “Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi terang yang menerangi lingkungan sekitar melalui perkataan dan perbuatan yang mencerminkan kasih, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa menjadi terang tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Sikap sederhana seperti menghargai orang lain, membantu mereka yang membutuhkan, serta menjaga persaudaraan dan kerukunan juga merupakan bentuk nyata menghadirkan terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, makna garam menurut Veronika adalah kemampuan untuk memberi pengaruh positif di mana pun seseorang berada. Kehadiran umat beriman diharapkan dapat membawa suasana damai, menjadi penengah dalam konflik, serta menjadi teladan dalam menjaga integritas dan tanggung jawab.
Menurutnya, tantangan kehidupan modern sering kali membuat manusia mudah terpengaruh oleh sikap individualisme, ketidakjujuran, dan kurangnya kepedulian sosial. Karena itu, umat Katolik perlu terus memperkuat iman dan membangun relasi yang dekat dengan Tuhan agar mampu menjalankan perannya sebagai terang dan garam dunia.
“Iman yang hidup harus tampak dalam tindakan nyata. Kehadiran kita hendaknya membawa manfaat bagi orang lain dan menjadi sarana pewartaan kasih Allah di tengah masyarakat,” katanya.
Melalui tema “Menjadi Terang dan Garam di Tempat Kita Berada”, Veronika mengajak umat untuk tidak ragu menunjukkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadi pribadi yang penuh kasih, jujur, dan peduli, setiap orang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Program Mimbar Agama Katolik diharapkan menjadi sarana pembinaan iman yang mendorong umat untuk semakin menghayati panggilan sebagai murid Kristus serta menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan bermasyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....