Polda NTT Dorong Smart Parenting Demi Cegah Kenakalan Remaja

  • 09 Jun 2026 10:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang - Polda Nusa Tenggara Timur menggelar Seminar The Art of Smart Parenting di Hotel Harper Kupang, Selasa 9 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74.

Seminar mengangkat tema tentang pentingnya menjadi orang tua hebat bagi lahirnya generasi anak-anak hebat. Materi kesehatan mental dan parenting turut dibahas sebagai bekal menghadapi tantangan pengasuhan pada era digital.

Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko membuka kegiatan didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko. Acara dihadiri pejabat utama Polda NTT, para Kapolres jajaran, serta pengurus Bhayangkari berbagai wilayah.

Direktur SBMS sekaligus Praktisi USEFT Agus E.H. hadir sebagai narasumber utama dalam seminar tersebut. Tim Yayasan Kesehatan Mental Keluarga Indonesia turut memberikan materi mengenai kesehatan mental keluarga.

Sementara itu, Wakapolres jajaran bersama pejabat utama Polres mengikuti kegiatan secara virtual dari daerah masing-masing. Pelaksanaan secara hibrida memungkinkan penyebaran materi seminar menjangkau peserta lebih luas di seluruh wilayah.

Seminar mengusung semangat Polda NTT Penuh Kasih serta filosofi Satu Kapal, Satu Arah, Satu Tujuan. Semangat tersebut menjadi landasan membangun keluarga kuat sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan seminar bukan sekadar forum berbagi teori mengenai pola pengasuhan anak. Kegiatan tersebut menjadi bagian ikhtiar bersama menyiapkan generasi masa depan bangsa yang berkualitas.

Menurut Kapolda, masa depan bangsa tidak dibangun melalui kebijakan semata atau keputusan birokrasi. "Masa depan bangsa tumbuh dari keluarga yang mampu menanamkan nilai kehidupan kepada anak-anak." ujar Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko.

Ia menilai tantangan pengasuhan saat ini berbeda dibandingkan generasi orang tua pada masa sebelumnya. Perkembangan teknologi menghadirkan peluang besar sekaligus ancaman yang perlu diantisipasi bersama.

"Anak-anak kini tumbuh dalam lingkungan digital dengan akses informasi yang semakin terbuka luas. Kondisi tersebut menuntut orang tua memiliki kemampuan mendampingi anak secara lebih bijaksana." ungkap Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko.

Kapolda mengatakan teknologi dapat membantu anak mengembangkan potensi dan memperluas wawasan mereka. Namun teknologi juga dapat membawa pengaruh negatif apabila tidak dibarengi pengawasan memadai.

Karena itu, konsep smart parenting dinilai relevan menghadapi perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat. Orang tua diharapkan mampu menjadi penuntun ketika anak menghadapi derasnya arus informasi.

Menurut Kapolda, pola asuh cerdas bukan sekadar metode, melainkan seni mendampingi perkembangan anak. Pendekatan tersebut membantu anak membangun karakter kuat dan kemampuan mengambil keputusan tepat.

Ia mengingatkan berbagai persoalan sosial dapat muncul ketika komunikasi keluarga tidak berjalan baik. Perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga kejahatan jalanan menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.

Kapolda menegaskan ketertiban masyarakat tidak hanya dibangun melalui kehadiran aparat keamanan di lapangan. Ketenteraman sosial juga lahir dari keluarga harmonis yang menanamkan nilai positif sejak dini.

Berdasarkan berbagai kasus kenakalan remaja, Kapolda melihat adanya persoalan komunikasi dalam keluarga. Banyak anak kehilangan ruang dialog sehingga mencari perhatian pada lingkungan yang keliru.

Karena itu, para peserta diajak membangun komunikasi sehat dan memahami kebutuhan emosional anak. Orang tua juga didorong menyediakan waktu berkualitas meskipun memiliki kesibukan pekerjaan yang tinggi.

Selain pengasuhan, perhatian terhadap kesehatan mental keluarga menjadi bagian penting pembahasan seminar tersebut. Kesehatan psikologis dinilai berpengaruh terhadap keharmonisan keluarga serta produktivitas dalam menjalankan tugas.

Polda NTT berharap seluruh peserta membawa pulang kesadaran bahwa keluarga merupakan fondasi utama kehidupan. Keluarga harmonis diyakini mampu melahirkan generasi berkarakter kuat serta mendukung terwujudnya NTT penuh kasih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....