Pemerintah Belum Izinkan Objek Wisata Tiwu Pai Dikunjungi Wisatawan

  • 10 Jun 2026 16:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai - Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memastikan objek wisata Tiwu Pai yang berlokasi di Kampung Wontong, Desa To'e, Kecamatan Reok Barat belum dibuka bagi wisatawan. Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Aloysius Jebarut kepada RRI, Senin 8 Juni 2026.

Hal ini disebabkan sejumlah persiapan yang dinilai masih perlu diselesaikan sebelum objek wisata tersebut resmi dibuka untuk umum, terutama terkait kejelasan status lahan akses masuk menuju ke Tiwu Pai, ketersediaan tempat parkir serta ritual adat.

Kadis Aloysius menilai penyelesaian persoalan lahan tersebut menjadi syarat utama agar pengelolaan destinasi Tiwu Pai ini dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan sengketa di kemudian hari.

"Setelah kita melakukan koordinasi dengan Pak Kades dan pemerintah kecamatan, belum bisa kita buka karena belum ada kesepakatan terkait dengan lahan masuk. Jadi, harus dipastikan dulu lahan masuk itu clear and clean supaya nanti jangan lagi ada soal," katanya.

Menurutnya, pemerintah menginginkan agar seluruh lahan yang digunakan untuk akses menuju kawasan wisata itu benar-benar memiliki status yang jelas dengan disepakati semua pihak.

Saat ini, pemerintah desa dan pemerintah kecamatan masih terus berkoordinasi dengan pemilik lahan guna memastikan akses masuk menuju Tiwu Pai, agar bisa dibangun jalan setapak.

"Lahan itu betul-betul diserahkan, tidak banyak sih untuk buat jalan setapak. Jadi Pak Kades itu masih nego itu. Kalau sudah itu oke, nanti dia akan informasikan," ujarnya.

Selain memastikan akses masuk menuju ke lokasi wisata, pemerintah desa juga tengah menyiapkan fasilitas pendukung berupa area parkir untuk menunjang kenyamanan wisatawan, termasuk ritual adat di kawasan tersebut.

Langkah tersebut dinilai penting menyusul insiden tenggelamnya seorang pelajar SMP pada Januari lalu, sekaligus sebagai upaya memohon keselamatan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. "Kita juga mau buat acara adat di situ. Karena kemarin itu kan terjadi bencana yang memakan korban. Nah, kita sebagai orang Manggarai harus buat itu acara adat, supaya jangan sampai terjadi jangan terulang itu lagi," ungkapnya.

Sementara itu, terkait pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tiwu Pai, Kadis Aloysius mengakui bahwa proses pengukuhannya masih menunggu penyelesaian seluruh tahapan persiapan, termasuk persoalan lahan dan kesiapan destinasi wisata.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka destinasi tersebut sebelum seluruh persyaratan dipenuhi. Meski susunan anggotanya telah disiapkan oleh pemerintah desa, pengukuhan resmi baru akan dilakukan setelah persoalan lahan dan kesiapan destinasi dinyatakan tuntas.

Ia berharap seluruh proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga Tiwu Pai dapat mulai dibuka dan dikunjungi wisatawan pada Juni ini. Dengan persiapan dan penataan yang matang, pengelolaan destinasi tersebut diharapkan berjalan lebih profesional serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....