Corpus Christi: Ekaristi Menjadi Sumber Kehidupan dan Keselamatan Umat Beriman
- 08 Jun 2026 07:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kristus menjadi sumber kehidupan sejati melalui Sakramen Ekaristi yang menghadirkan kasih Allah secara nyata bagi umat beriman. Peringatan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) mengajak umat Katolik memperbarui iman akan kehadiran Yesus sebagai roti hidup yang memberikan keselamatan kekal.
Pada Minggu, 7 Juni 2026, umat Katolik merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus sebagai momentum untuk merenungkan kembali makna Sakramen Ekaristi sebagai pusat kehidupan iman. Dalam Injil Yohanes, Yesus menegaskan diri-Nya sebagai roti hidup yang turun dari surga demi keselamatan manusia.
Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Maria Matherdei Susana Neni, S.Ag., menjelaskan bahwa sabda Yesus tersebut menjadi dasar utama permenungan Corpus Christi.
"Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya," ujarnya mengutip Injil Yohanes.
Menurut Maria, sabda tersebut menegaskan bahwa Kristus menawarkan kehidupan sejati dan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Karena itu, perayaan Corpus Christi tidak hanya dimaknai sebagai peringatan atas peristiwa masa lalu, tetapi juga sebagai perayaan kehadiran nyata Kristus dalam Sakramen Ekaristi.
Ia menjelaskan bahwa melalui Komuni Kudus, umat tidak sekadar mengenang Yesus, melainkan menerima Tubuh dan Darah Kristus sebagai santapan rohani yang mempersatukan manusia dengan Allah.
Lebih lanjut, Maria mengatakan perayaan ini juga mengingatkan umat bahwa berbagai hal duniawi seperti harta, kekuasaan, dan popularitas tidak mampu memenuhi kebutuhan terdalam jiwa manusia. Ekaristi menjadi sumber kekuatan rohani yang meneguhkan iman dan harapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
"Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia," katanya.
Menurutnya, persatuan dengan Kristus melalui Ekaristi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Umat dipanggil untuk menghadirkan kasih Allah melalui perhatian, kepedulian, dan pengorbanan bagi sesama, terutama mereka yang miskin, sakit, tersingkir, dan menderita.
Maria berharap perayaan Corpus Christi semakin meneguhkan kesadaran umat bahwa Ekaristi bukan hanya perayaan liturgi, melainkan sumber kehidupan yang menggerakkan setiap orang beriman untuk menjadi tanda kasih Kristus di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....