Polres Manggarai Edukasi Bahaya Love Scamming dan Pornografi Bagi Mahasiswi
- 08 Jun 2026 07:18 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Manggarai terus menggencarkan edukasi literasi digital kepada generasi muda. Melalui kegiatan Sosialisasi Binredawan tentang bahaya love scamming dan pornografi, Sat Binmas memberikan pembekalan kepada mahasiswi Jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng di Lapangan Kampus Unika Santu Paulus, Jumat, 5 Juni 2026.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Manggarai, IPTU Jonathan T. Lembang, bersama sejumlah personel tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin marak terjadi di era digital. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam membangun pemahaman masyarakat, khususnya kalangan muda, agar lebih bijak dan waspada dalam memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial.
Dalam pemaparannya, IPTU Jonathan T. Lembang menjelaskan bahwa love scamming merupakan salah satu modus penipuan daring yang memanfaatkan hubungan emosional untuk mendapatkan keuntungan dari korban. Pelaku biasanya menggunakan identitas palsu dan membangun kedekatan melalui media sosial atau aplikasi pesan sebelum akhirnya meminta uang atau bantuan lainnya.
“Pelaku love scamming umumnya menggunakan identitas palsu dan berbagai cara untuk menarik simpati korban. Setelah korban merasa percaya dan memiliki ikatan emosional, pelaku mulai meminta bantuan berupa uang, transfer dana, atau berbagai bentuk keuntungan lainnya. Banyak korban yang mengalami kerugian materiil bahkan trauma psikologis akibat menjadi sasaran penipuan ini,” kata Iptu Jonathan T. Lembang di hadapan para peserta.
Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri akun palsu serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menghindari penipuan di dunia maya. Sat Binmas turut memberikan edukasi tentang dampak negatif pornografi terhadap kesehatan mental, moral, dan kehidupan sosial generasi muda.
Sementara Aipda Maria Sirait, S.Sos., mengajak para mahasiswi untuk menggunakan media digital secara sehat, bertanggung jawab, dan tidak terlibat dalam penyebaran konten yang melanggar norma maupun hukum. Menurutnya, mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan dan agen perubahan harus mampu menjadi teladan dalam pemanfaatan teknologi yang positif.
Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta. Melalui sesi dialog dan tanya jawab, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta langkah melaporkan tindak kejahatan siber.
Polres Manggarai berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi digital generasi muda sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....