Guru Agama Katolik di Ende Didorong Jadi Penggerak Pendidikan Karakter Digital
- 04 Jun 2026 16:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Guru dan pengawas Pendidikan Agama Katolik di Kabupaten Ende didorong untuk meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi digital, serta memperkuat pendidikan karakter guna menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Dorongan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, saat berdialog dengan para pendidik di Kelimutu, Ende, Selasa 2 Juni 2026.
Kegiatan tatap muka dan dialog itu diikuti guru serta pengawas Pendidikan Agama Katolik jenjang Sekolah Dasar dan Menengah. Dalam kegiatan tersebut, Fransiskus Kariyanto didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Paolan, dan Kepala Seksi Pendidikan Katolik, Flavianus Lepa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan pengawas yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan pendidikan agama di sekolah. Menurutnya, peran mereka sangat menentukan dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Ia menjelaskan bahwa guru agama Katolik tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai iman, moral, moderasi beragama, dan cinta tanah air. Karena itu, kualitas pendidikan agama harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, para guru didorong meningkatkan profesionalisme melalui penguatan kompetensi dan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Selain itu, implementasi Kurikulum Merdeka yang berpusat pada peserta didik perlu terus dikembangkan agar pembelajaran menjadi lebih kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia mengungkapkan bahwa penguatan pendidikan karakter juga harus berjalan seiring dengan pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama, termasuk Asta Protas Kementerian Agama dan berbagai program pendidikan yang berdampak. Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.
Fransiskus Kariyanto juga menekankan pentingnya sinergi antara guru, pengawas, sekolah, orang tua, gereja, dan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh.
Sementara itu, Nikolaus Nama Paolan mengajak seluruh guru dan pengawas untuk terus menjaga integritas, disiplin, dan semangat pelayanan dalam menjalankan tugas pendidikan. Ia mengatakan bahwa komitmen dan dedikasi para pendidik menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.
Kegiatan dialog berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan berbagai masukan, pengalaman, dan refleksi dari para peserta. Forum tersebut juga menjadi ruang bersama untuk membahas tantangan serta peluang pengembangan Pendidikan Agama Katolik di era digital.
Melalui kegiatan itu, Kementerian Agama berharap guru dan pengawas Pendidikan Agama Katolik semakin profesional, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, beriman, moderat, berkarakter kuat, serta memiliki semangat kebangsaan yang kokoh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....