Pariwisata dan MBG Jadi Peluang Ekonomi Manggarai Barat

  • 03 Jun 2026 12:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyoroti sektor pariwisata dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai dua peluang strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Manggarai Barat.

Hal itu disampaikan Edistasius Endi, saat memberikan sambutan pada Sinode IV Keuskupan Ruteng yang berlangsung di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 2 Juni 2026.

Dalam forum yang mengusung tema “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner” itu, Bupati menjelaskan bahwa Manggarai Barat saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,82 persen, tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor pariwisata dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai lebih dari 500 ribu orang per tahun.

Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan harus mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat melalui keterhubungan dengan sektor-sektor produktif di daerah.

“Pariwisata menjadi motor penggerak yang dapat menggerakkan berbagai sektor lain seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan ekonomi kreatif,” kata Edistasius Endi.

Dirinya menilai, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah memperkuat rantai pasok lokal agar kebutuhan sektor pariwisata dapat dipenuhi oleh produsen dan pelaku usaha dari Manggarai Barat. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat lebih banyak dinikmati masyarakat setempat.

Selain pariwisata, Bupati juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang ekonomi baru yang dapat mendorong pertumbuhan sektor riil di daerah.

Menurutnya, program nasional tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga membuka peluang usaha bagi petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan.

“Program MBG tidak hanya berbicara tentang makanan yang diterima siswa, tetapi juga tentang siapa yang memproduksi bahan pangannya, siapa yang memasoknya, dan siapa yang memperoleh manfaat ekonomi dari seluruh proses tersebut,” ujarnya.

Guna mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah mengembangkan Lumbung MBG sebagai platform informasi yang memetakan kebutuhan dan ketersediaan pasokan pangan lokal.

Melalui sistem tersebut, pemerintah berharap kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat setempat sehingga menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di daerah.

Dalam kesempatan itu, Edistasius Endi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Gereja, untuk berkolaborasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pertumbuhan ekonomi dapat terhubung langsung dengan sumber penghidupan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Sinode IV Keuskupan Ruteng dihadiri Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, para pastor paroki, ketua dewan paroki dari 61 paroki di wilayah Keuskupan Ruteng, serta perwakilan pemerintah, kelompok religius, dan komunitas sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....