Wagub NTT: ASN Harus Berintegritas, Adaptif, dan Menjunjung Profesionalisme
- 02 Jun 2026 10:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin 1 Juni 2026 tersebut menjadi langkah awal pembentukan karakter dan kompetensi CPNS sebagai aparatur pemerintah yang profesional dan berintegritas.
Pelaksanaan Latsar tahun ini terbagi dalam Gelombang VI secara klasikal dan Gelombang XI melalui metode distance learning. Peserta berasal dari sejumlah pemerintah kabupaten di NTT, antara lain Timor Tengah Selatan, Malaka, Ende, Sumba Tengah, Rote Ndao, Alor, Flores Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan Latsar merupakan tonggak penting dalam proses transformasi CPNS menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang siap menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan bahwa ASN harus memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat serta meningkatnya ekspektasi masyarakat menuntut perubahan pola kerja birokrasi. ASN tidak lagi dapat bekerja dengan cara-cara lama yang kaku dan hierarkis, melainkan harus mampu menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat.
Wakil Gubernur juga menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar bagi setiap ASN. Namun, kecakapan tersebut harus diimbangi dengan kepekaan sosial serta semangat melayani masyarakat secara tulus dan bertanggung jawab.
Ia menjelaskan bahwa ASN tidak hanya bertugas menyelesaikan administrasi di balik meja kerja. ASN harus hadir di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi, memahami persoalan, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah.
Berbagai isu strategis seperti kemiskinan, stunting, ketahanan pangan, pendidikan, dan transformasi digital menjadi perhatian yang harus dijawab oleh ASN melalui kerja nyata. Oleh karena itu, para CPNS diharapkan mampu memahami kebutuhan masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Johni Asadoma juga mengingatkan bahwa pelayanan publik merupakan panggilan pengabdian yang harus dilaksanakan dengan empati, kejujuran, dan akuntabilitas tinggi. Setiap ASN dituntut untuk menginternalisasi visi pembangunan daerah dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan.
Menurutnya, seluruh program kerja pemerintah harus bermuara pada tujuan besar pembangunan NTT. Tujuan tersebut adalah mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....