Kadis Pendidikan Ende Tekankan Pentingnya Internalisasi Nilai Pancasila

  • 31 Mei 2026 19:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan sosial dan budaya di era digital. Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

Pernyataan tersebut disampaikan Venantius saat diwawancarai RRI Ende usai kegiatan edukasi bertajuk “Pancasila dalam Ruang Sejarah” yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di Aula Bina Kerahiman, Ende, Minggu 31 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti para pelajar sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan sejarah kebangsaan.

Menurut Venantius, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Selain memperingati momentum bersejarah tersebut, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya nasional dan budaya daerah.

Ia menjelaskan bahwa para pelajar diajak memahami jejak sejarah Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, selama masa pengasingannya di Ende. Dari kota inilah berbagai gagasan kebangsaan yang kemudian melandasi lahirnya Pancasila mulai tumbuh dan berkembang.

Pemahaman terhadap sejarah bangsa, lanjut Venantius, sangat penting untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai generasi penerus. Dengan mengenal perjalanan para pendiri bangsa, pelajar diharapkan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menjaga persatuan dan keutuhan negara.

Venantius menilai keberagaman masyarakat Kabupaten Ende merupakan ruang belajar yang sangat baik bagi generasi muda untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Kehidupan yang harmonis di tengah perbedaan menjadi contoh nyata penerapan sikap toleransi, persatuan, dan gotong royong.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar bijak dalam menggunakan media digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generasi muda perlu menghindari berbagai perilaku negatif seperti perundungan, ujaran kebencian, dan penyebaran hoaks yang dapat merusak tatanan sosial masyarakat.

Selain itu, media digital harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar, berkreasi, dan menyebarkan informasi yang bermanfaat. Dengan penggunaan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat karakter serta memperluas wawasan kebangsaan generasi muda.

Venantius berharap kegiatan internalisasi nilai-nilai Pancasila dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang publik. Ia menilai penguatan karakter berbasis Pancasila akan membantu generasi muda menghadapi tantangan era digital sekaligus mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Penguatan karakter berbasis Pancasila akan membantu generasi muda menghadapi tantangan era digital, menghindari perundungan dan hoaks, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berbudaya, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucap Venantius. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....